•   15 July 2024 -

PT. Borneo Grafika Pariwara

Jl. Kapt Pierre Tendean, RT 02 No 9, Kelurahan Bontang Baru
Kecamatan Bontang, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Proyek Pembangunan Smelter di Sanga-Sanga Kukar Bakal Serap 10 Ribu Pekerja Lokal 

Kaltim - M Rifki
10 Juli 2024
 
Proyek Pembangunan Smelter di Sanga-Sanga Kukar Bakal Serap 10 Ribu Pekerja Lokal  Kawasan produksi PT Kalimantan Ferro Industry yang berlokasi di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. (Dok. PT PLN (Persero)

KLIKKALTIM.COM - Pembangunan proyek smelter nikel di Desa Pendingin, Sanga-Sanga, Kutai Kartanegara oleh PT Kalimantan Ferro Industry (KFI) diprediksi akan menyerap 10 ribu tenaga kerja lokal secara bertahap.

PT Kalimantan Ferro Industry (KFI) menyampaikan proyek smelter nikel yang berlokasi di Desa Pendingin, Sanga-Sanga, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur dapat menyerap setidaknya 10 ribu tenaga kerja lokal ke depannya.

Direktur Utama PT Nityasa Prima sebagai konsorsium PT KFI, Muhammad Ardhi Soemargo, mengatakan saat ini pihaknya telah mempekerjakan lebih dari 1.700 tenaga kerja lokal menyusul diresmikannya pabrik smelter nikel tahap I pada September 2023 lalu.

"Di 6 tahun ke depan ada 10 ribu pekerja mereka akan memberikan multiplier effect," ucapnya dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Komisi VII DPR, seperti dilansir dari CNBC Indonesia, Senin (8/7/2024).

Ardhi membeberkan, proyek smelter perusahaan merupakan pabrik smelter nikel yang pertama berdiri di Kalimantan Timur (Kaltim). Adapun total nilai investasi dari proyek smelter nikel tersebut diperkirakan mencapai Rp 30 triliun. Investasi tersebut tidak hanya untuk proyek smelter feronikel, namun juga beberapa proyek lainnya, yakni smelter dengan teknologi High Pressure Acid Leaching (HPAL), pabrik stainless steel hingga pabrik baterai nikel lithium yang memproses nikel cobalt sulfat.

Menurut dia, smelter nikel yang telah beroperasi saat ini menggunakan teknologi RKEF (Rotary Kiln Electric Furnace) tercanggih dengan total 18 line smelter yang akan dibangun, dengan kapasitas produksi 1,41 juta ton feronikel per tahun, dengan kandungan 11,50% logam nikel (Ni).

"Kami akan terus membangun sampai dengan 18 line tersebut bisa terealisasi. Yang seperti Pak Ketua sampaikan tadi Rp 30 triliun," kata Ardhi.






TINGGALKAN KOMENTAR