Kopdes Merah Putih Dibangun di Samping Kuburan, Pemprov Kaltim Klaim Lahan Sudah Lolos Uji Teknis
Lokasi pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di Kelurahan Sempaja Barat, Samarinda bersebelahan dengan kuburan menuai pertanyaan.
KLIKKALTIM- Pembangunan gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kelurahan Sempaja Barat, Samarinda, menuai pertanyaan setelah lokasi bangunan berada di belakang area pemakaman dan dinilai sebagian warga kurang strategis.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memastikan penentuan lokasi tersebut tidak dilakukan tanpa kajian. Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop UKM) Kaltim menyebut lahan yang digunakan telah melalui proses pemeriksaan teknis dan administrasi sebelum pembangunan dimulai.
Kepala Disperindagkop UKM Kaltim Heni Purwaningsih mengatakan, seluruh lokasi pembangunan gerai KDMP harus memenuhi persyaratan yang telah ditentukan oleh pihak pelaksana, yakni Agrinas bersama TNI.
“Kalau gerai itu dibangun, berarti lokasinya sudah melalui proses verifikasi,” ujar Heni.
Ia menjelaskan, pembangunan KDMP memanfaatkan aset yang tersedia, seperti lahan milik pemerintah daerah, pemerintah provinsi, pemerintah desa, hingga aset BUMN.
“Gerai itu dibangun di atas lahan milik desa, milik pemerintah daerah, aset pemerintah provinsi maupun aset BUMN yang tersedia. Jadi pemanfaatan lahannya memang menggunakan aset pemerintah yang ada,” katanya.
Heni menyebut tidak semua lokasi yang diusulkan pemerintah daerah dapat digunakan. Beberapa titik harus ditolak karena tidak memenuhi persyaratan pembangunan.
“Ada lokasi yang ditolak karena berada di atas rawa, tidak memiliki akses jalan, atau belum tersedia jaringan listrik. Jadi memang ada verifikasi teknis sebelum pembangunan dilakukan,” jelasnya.
Terkait lokasi KDMP Sempaja Barat yang berada dekat area pemakaman, Heni menilai persoalan tersebut berkaitan dengan keterbatasan lahan pemerintah, terutama di kawasan perkotaan seperti Samarinda.
Menurutnya, kondisi berbeda terjadi di wilayah kabupaten yang masih memiliki lebih banyak lahan pemerintah untuk pembangunan fasilitas.
“Kalau di perkotaan memang lebih sulit karena aset pemerintah daerah terbatas,” ucapnya.
Saat ini, pembangunan KDMP di Kaltim masih berlangsung di berbagai wilayah. Dari sekitar 450 gerai yang direncanakan, progres pengerjaan berbeda-beda, mulai dari selesai hingga masih dalam tahap pembangunan.
“Ada yang sudah 100 persen, ada yang 90 persen, ada yang 70 persen, bahkan ada yang masih 20 sampai 30 persen,” kata Heni.
Sebelumnya, pembangunan gerai KDMP di Jalan A. Wahab Syahranie Gang Walet 1, Kecamatan Samarinda Utara, dipertanyakan sejumlah warga karena lokasi bangunan berada di belakang pemakaman dan jauh dari kawasan permukiman padat.
Sebagian warga juga mengaku belum mendapat informasi mengenai pembangunan tersebut. Namun Pemprov Kaltim memastikan seluruh tahapan penetapan lokasi telah mengikuti prosedur yang berlaku.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: