Badak LNG Sempat Hanya Operasikan 1 Train, Jadi Produksi Terkecil Sepanjang Sejarah
Director & Chief Operating Officer (COO) PT Badak LNG Feri Sulistyo Nugroho. (Klik Kaltim)
BONTANG - Badak LNG Kota Bontang sedang mengalami masa terpuruk dengan hanya mengoperasikan satu train selama sebulan terakhir.
Pengoperasian satu train tersebut disebabkan pasokan bahan baku gas yang terbatas. Kondisi ini disebut menjadi pengoperasian paling minim sepanjang Badak LNG berdiri.
Informasi itu disampaikan Director & Chief Operating Officer (COO) PT Badak LNG Feri Sulistyo Nugroho saat agenda Media Gathering bersama awak media pada Sabtu (12/9/2026).
Kata dia, kondisi pengoperasian satu train itu akhirnya bisa dilewati. Setelah ada pasokan domestik, Badak LNG kembali mengoperasikan satu train lainnya.
"Ini kondisi produksi paling kecil yang pernah kami alami. Tapi sudah lagi beroperasi satu train lagi menampung pasokan dari Pupuk Kaltim karena sedang melakukan Turn Around (TA)," ucap Feri Sulistyo Nugroho.
Lebih lanjut, cadangan gas temuan Geng North-1, Blok North Ganal, garapan raksasa migas Italia, Eni SpA, akan mulai mengalir pada 2028 mendatang. Saat cadangan gas tersebut dikirim ke Badak LNG, perusahaan akan menghidupkan kembali empat train sekaligus.
"Untuk produksi akan dimulai 2028. Kami sedang persiapan juga untuk memastikan proses produksi berjalan," sambungnya.
Di akhir, Badak LNG tetap berkomitmen untuk mendukung pembangunan di Bontang meski di tengah keterbatasan produksi saat ini.
Termasuk dalam membantu program prioritas seperti penanganan stunting, pengentasan kemiskinan, dan pemberdayaan masyarakat sekitar perusahaan.
"Kami tetap akan berkomitmen untuk tetap mendukung Pemkot Bontang," pungkasnya.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: