Yassier Pastikan Kawal Anggaran Perencanaan Program Kotaku di Berbas Pantai
Anggota Badan Anggaran dari Fraksi Golkar, Yassier Arafat/Dok
KLIKKALTIM.COM - Anggota Komisi III DPRD Bontang, Yassier Arafat berkomitmen untuk mengawal anggaran perencanaan Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) di Berbas Pantai.
Program Kotaku di Pantai Harapan Berbas Pantai harus terhenti lantaran dokumen perencanaan Detail Engineering Design (DED) belum rampung.
Makanya di tahun depan, dia mendorong agar anggaran sekitar Rp 1 miliar bisa masuk dalam batang tubuh APBD Bontang.
"Saya selaku warga di kawasan Berbas Pantai berupaya coba menyampaikan ke pemerintah daerah khusus lewat banggar, dan menyampaikan mudahan bisa dikawal," ucapnya usai rapat kerja di Sekretariat Dewan, Selasa (13/4/21).
Yassier menjelaskan, di tahun 2018 lalu program ini sudah diusulkan. Hanya saja, dari kebutuhan sekitar Rp 1 miliar anggaran yang tersedia hanya Rp 70 juta.
Walhasil, penyusunan DED untuk program ini kandas.
Tahun depan, dirinya meminta supaya pemerintah menginput belanja untuk keperluan perencaan program ini.
Lebih lanjut, program pengentasan kawasan kumuh sebenarnya dibiayai oleh pemerintah pusat.
Tetapi, dibutuhkan kesiapan daerah untuk dilirik oleh pusat agar program ini bisa berjalan di Bontang.
Salah satu upayanya dengan menyiapkan perencanaan secara komprehensif.
Maka dari itu, perencanaan DED ini sebagai pemicu agar program Kotaku bisa dilakukan di wilayah Pantai Harapan.
"Kalau mau cepat ada kolaborasi antara pemerintah daerah, perusahaan dan provinsi," lanjutnya.
Sementara Lurah Berbas Pantai, Rendhy Maulia mengapresiasi upaya legislator Bontang khususnya di komisi III. Ia berharap program Pantai Harapan dapat terealisasi.
Sebab sebanyak 489 Rumah yang bermukim di Berbas Pantai diyakininya masih tergolong pemukiman kumuh. Jamban yang tradisional dan masih sulitnya distribusi air bersih jadi aktivitas sehari hari masyarakat.
"Di sana mereka jambannya nyemplung langsung ke laut dan masih sulit air bersih," ungkapnya.
Pria lulusan STPDN ini kemudian melakukan kerjasama dengan banyak pihak, mulai provinsi Kaltim hingga perusahaan.
Terutama dalam membantu masyarakat merubah jamban tradisional menjadi jamban sehat ala pesisir berupa sanitasi jamban sehat.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: