•   03 October 2026 -

PT. Borneo Pariwara Mandiri

Jl. Mulawarman, Gang Arumbia 1, Kelurahan Bontang Baru,
Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Wali Kota Sindir Kontraktor yang Beton Pohon; Neni : Terlalu Semangat Bangun, Sampai Lupa Lingkungan

Bontang - M Rifki
03 Oktober 2026
 
Wali Kota Sindir Kontraktor yang Beton Pohon; Neni : Terlalu Semangat Bangun, Sampai Lupa Lingkungan Wali Kota Bontang Neni Moernaeni (Klik Kaltim).

BONTANG - Wali Kota Bontang Neni Moernaeni meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk membongkar beton yang menutupi tanah pepohonan di Jalan Awang Long.

Menurutnya, pihak penyedia harus memperhitungkan pengerjaan. Terlebih, dampak membeton akar pohon sama saja membunuh tumbuhan dan membahayakan lingkungan serta umur beton sendiri.

"Terlalu semangat bangunnya. Sampai lupa keselamatan lingkungan. Nanti diminta untuk bongkar biar ada resapan air ke dalam pohon dan pemupukannya," tegas Neni.

Sebelumnya diberitakan, warga mengeluhkan proyek pengerjaan trotoar di Jalan Awang Long karena pepohonan ikut dibeton pada Sabtu (3/10/2026).

Kurniawan, warga sekitar, menilai pohon yang dibeton itu hanya akan memperburuk perkembangbiakan. Misalnya, pohon tidak mendapat ruang oksigen karena tanah tempat menyerap air turut hilang.

"Aneh aja ini yang bikin proyek. Masa pohon dibeton. Mending dicabut aja atau dikasih ruang di sisi batangnya biar tetap ada tanah," ucap Kurniawan.

Diketahui, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang menggelontorkan Rp4,6 miliar untuk perbaikan drainase dan trotoar di dua titik. Salah satunya di Jalan Awang Long.

Proyek itu dikerjakan oleh CV Malik Ephraim, perusahaan asal Kota Samarinda. Kepala Bidang Sanitasi, Air Minum, dan Sumber Daya Air Dinas PUPRK Bontang, Edi Suprapto, mengatakan nilai anggaran itu terbagi dalam beberapa pengerjaan.

Untuk di Jalan Awang Long, pengerjaan bangunan trotoar dan saluran pembuangan dialokasikan Rp2 miliar. Pengerjaan menyasar pembangunan saluran pembuangan hingga membuat jalur pedestrian atau trotoar.

"Itu belum selesai, Mas. Nanti akan dibongkar dan diberikan space tanah. Sudah kami minta kontraktornya," ucap Edi.






TINGGALKAN KOMENTAR