Dewan Sidak Proyek Drainase Pattimura Rp 15,8 M; Volume Pekerjaan Dikurangi, Anggaran Tak Cukup
Komisi C DPRD Bontang saat meninjau lokasi proyek drainase di Jalan Pattimura, Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontang Utara, Senin (19/10/2026).
BONTANG – Komisi C DPRD Bontang meninjau proyek pembangunan drainase dan trotoar di Jalan Pattimura, Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontang Utara, Senin (19/10/2026) pagi.
Dari tinjau lapangan ini dewan menemukan adanya pengurangan volume pekerjaan karena penyesuaian anggaran. Proyek yang dianggarkan Rp 15,8 miliar ini semula akan memperbaiki drainase sepanjang 750 meter di sisi kiri dan kanan.
Tetapi, setelah penyesuaian anggaran volume pekerjaan dikurangi karena uangnya tak cukup. Sehingga, pengerjaan drainase sepanjang 750 meter hanya dikerjakan untuk salah satu sisi saja. Sedangkan, sisi lainnya hanya 425 meter.
Ketua Komisi C DPRD Bontang, Alfin Rausan Fikry, mengaku sidak ini dilakukan untuk memastikan seluruh item pengerjaan yang dilaksanakan. Terlebih, waktu sudah mendekati akhir tahun.
"Ini kami datang mau menanyakan progres. Sama ada informasi pengerjaan dikurangi. Memang benar di awal 750 meter sisi kiri dan kanan. Sekarang satu sisi hanya 425 meter aja," ucap Alfin.
Di lokasi yang sama, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang, Edy Prabowo, membenarkan adanya pengurangan pengerjaan.
Pengurangan volume pembangunan tersebut disebabkan adanya pengalihan anggaran untuk sejumlah pekerjaan tambahan. Di antaranya, pembuatan akses masuk tambahan ke dalam gang serta penambahan aksesori berupa 28 tiang lampu.
"Berkurang pengerjaannya. Karena memang ada beberapa penambahan akses jalan ke dalam gang. Akibatnya, bobot pengerjaan drainase dikurangi," ucap Edy.
Diketahui, proyek drainase senilai Rp15,8 miliar tersebut dikerjakan PT Pitu Babbana Binanga asal Kabupaten Berau. Saat ini, progres pengerjaan tercatat sudah mencapai 76 persen.
Pengerjaan drainase ini ditargetkan selesai pada pekan pertama Desember 2026 mendatang.
"Kalau progres deviasi plus. Karena harusnya di Oktober 2026 ini progres hanya diproyeksikan 44 persen," pungkasnya.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: