Tenis Meja Bontang Open 2025 Berakhir, Pemkot Siap Dorong Turnamen Rutin Tiap Tahun
Tenis Meja Bontang Open 2025 Berakhir, Pemkot Siap Dorong Turnamen Rutin Tiap Tahun.
BONTANG – Penutupan Turnamen Tenis Meja Bontang Open 2025 pada Minggu (27/10/2025) malam di Aula Dispopar bukan sekadar seremoni akhir kompetisi. Acara ini sekaligus menegaskan komitmen Pemerintah Kota Bontang dalam membangun olahraga berprestasi serta memperkuat kebersamaan lintas generasi.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, yang hadir langsung dalam penutupan, menegaskan bahwa olahraga memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan daya juang generasi muda. Menurutnya, Bontang Open menjadi contoh bagaimana olahraga mampu menyatukan masyarakat—dari pelajar hingga pejabat daerah—dalam satu semangat yang sama.
“Turnamen ini bukan hanya tentang menang atau kalah, tapi tentang semangat belajar, sportivitas, dan regenerasi atlet. Kami ingin dari ajang seperti ini lahir atlet-atlet baru yang membawa nama Bontang ke tingkat nasional,” ujarnya dalam sambutan.
Selain memberikan apresiasi kepada para juara, Wali Kota juga menyampaikan rencana penguatan pembinaan olahraga melalui sinergi antara Pemkot, KONI, PTMSI, dan pihak swasta. Ia menilai kolaborasi tersebut krusial untuk membangun ekosistem olahraga yang berkelanjutan di daerah.
Turnamen yang digagas PTM Maju Jaya bekerja sama dengan Dispopar Bontang ini berlangsung semarak selama tiga hari. Sebanyak 249 atlet dari berbagai daerah di Kalimantan Timur berkompetisi dalam empat kategori, yakni Tunggal se-Kaltim, U-12 Tunggal, Ganda Kelas D, dan Ganda Umum se-Kota Bontang.
Suasana penutupan semakin hangat dengan hadirnya sejumlah tokoh penting seperti Ketua Komite I DPD RI Andi Sofyan Hasdam, Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam, serta pejabat Forkopimda. Momen kebersamaan turut tercipta ketika Wali Kota berbagi kisah lucu tentang pengalamannya bermain tenis meja di lingkungan RT, yang disambut tawa para peserta dan penonton. Sorakan “Salam Olahraga Jaya! Jaya! Jaya!” menutup kegiatan tersebut dengan penuh semangat.
Dengan suksesnya Bontang Open 2025, Pemkot berharap turnamen serupa dapat terus digelar setiap tahun sebagai ajang pembinaan dan motivasi bagi atlet-atlet muda.
“Kita ingin Bontang tidak hanya dikenal sebagai kota industri, tapi juga sebagai kota yang melahirkan atlet-atlet berprestasi,” tutup Neni.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: