Sudah 3 Minggu Pelaku Pencurian Kayu Ulin Jembatan di TLI Belum Tertangkap, Polisi Kesulitan karena Minim Saksi
Jembatan Ulin di Tanjung Laut Indah yang pilar penahan di'gerogoti rayap' ulin. (Ist)
BONTANG- Pelaku pencurian balok kayu jembatan di RT 11, Kelurahan Tanjung Laut Indah, Kecamatan Bontang Selatan masih bebas berkeliaran. Sudah 3 minggu sejak laporan masuk polisi belum berhasil meringkus pelaku.
Kayu penahan jembatan habis digerogoti 'rayap' ulin di medio Mei kemarin. Ratusan batang ulin raib dalam sekejap. Kondisi ini baru diketahui setelah video yang ramai di terima redaksi klik kaltim.
Kapolres Bontang AKBP Widho Anriano melalui Kasat Reskrim Iptu Putu Ari Sanjaya Putra mengatakan, petugas kesulitan untuk mengidentifikasi pelaku pencurian karena minim saksi di lapangan.
Saat ini, petugas telah menemui para warga sekitar. Kemudian, polisi juga mencari alat bukti berupa CCTv untuk mengidentifikasi identitas pelaku.
"Kami masih penyelidikan mas. Ini kesulitannya CCTv minim bahkan tidak ada ditemukan yang merekam jelas aksi pencurian itu," kata Iptu Putu melalui Kanit Tipidum Ipda Markus Sihotang.
Lebih lanjut, polisi juga akan mencari pelaku hingga ke tempat penjualan kayu. Kendati demikian informasi yang terbatas membuat petugas sedikit kesulitan mencari keberadaan pelaku.
"Kalau ada perkembangan kami akan informasikan," sambungnya.
Diberitakan sebelumnya, Hilangnya kayu siku atau penyangga pada jembatan di RT 11, Kelurahan Tanjung Laut Indah, dipastikan bukan akibat kesalahan konstruksi, melainkan diduga kuat dicuri oleh orang tidak dikenal.
Kesimpulan tersebut diperoleh setelah pihak kelurahan melakukan penelusuran dan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Bontang terkait pembangunan jembatan tersebut.
Dari hasil pengecekan, diketahui proyek jembatan dikerjakan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Kontraktor pelaksana juga telah menunjukkan dokumentasi pemasangan kayu siku sebagai bagian dari konstruksi jembatan. Selain itu, hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) juga menyatakan pekerjaan telah sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan.
Atas kejadian tersebut, Kelurahan Tanjung Laut Indah resmi melaporkan dugaan pencurian itu ke Polsek Bontang Selatan.
Lurah Tanjung Laut Indah, Elis Biantoro, mengatakan hilangnya sejumlah kayu penyangga pada jembatan sepanjang 36 meter itu sangat meresahkan karena berdampak langsung pada keamanan warga yang melintas.
“Setelah kami lakukan pengecekan, memang kayu penyangga itu hilang. Kami sudah melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian dan berharap pelakunya bisa segera tertangkap,” kata Elis
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: