Selisih Distribusi Sempat Disorot, Pertamina Salurkan BBM hingga 80 Ribu Liter per Hari ke Bontang
RDP terkait BBM subsidi di DPRD Kota Bontang pada (31/8/2026) (Klik Kaltim).
BONTANG - Pertamina membuka keran distribusi di setiap SPBU yang ada di Bontang. Sehari, sebanyak 80 ribu liter Pertalite disalurkan ke lima SPBU sejak Sabtu (29/8/2026).
Sales Branch Manager (SBM) Pertamina Patra Niaga Kalimantan Timur dan Utara (Kaltimut) III Fuel, Hermawan Bagus, mengatakan setiap SPBU menerima 16 ribu liter.
Dari hitungan Klik Kaltim, sehari SPBU bisa melayani 400 mobil dengan kapasitas maksimal 40 liter per hari. Belum dibagi dengan kuota maksimal motor yang setiap pengisian dibatasi 5 liter per hari. Bahkan, dua SPBU bisa menerima hingga 24 ribu liter.
"Sejak tiga hari kami distribusi 16 KL per SPBU. Jadi ada sekitar 80 ribu liter untuk Pertalite di Bontang setiap hari," ucap Bagus pada rapat dengar pendapat bersama DPRD Bontang, Senin (31/8/2026).
Kebijakan penambahan kuota BBM Pertalite ini membuat antrean mulai terurai. Hanya saja, antrean masih sampai ke bahu jalan raya dan mengganggu aktivitas pengendara.
Pertamina juga meminta SPBU untuk bisa memanfaatkan kuota besar yang dipasok agar disalurkan sesuai dengan aturan. Sebab, jika didapati pelanggaran, sanksi penghentian distribusi Pertalite bisa menanti SPBU.
"Kami minta SPBU mengawasi pekerjanya. Karena kami temukan lima SPBU, semua bermasalah yang dilakukan operatornya," sambungnya.
Menyikapi hal itu, Wakil Ketua Komisi B DPRD Bontang Winardi meminta Pertamina mempertahankan kuota distribusi sampai tuntas tersalurkan. Sebab, dalam tiga tahun ke belakang, kuota BBM subsidi Bontang selalu surplus.
"Jadi harus didistribusikan. Terbukti kan antrean mengular bisa perlahan terurai. Jangan sampai ada kuota kurang salur. Dua juta liter itu banyak, Pak. Itu hak kami warga Bontang," terang Winardi.
Diketahui, pada 2026 ini Bontang mendapatkan pasokan 24.344 kiloliter atau 24 juta liter. Per Agustus 2026, telah tersalurkan sekitar 15 ribu kiloliter.
"Sudah terurai di hulunya. Jadi kami mau coba mengatur distribusi sampai ke masyarakat," pungkasnya.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: