Pertamina Angkat Bicara, Bantah Kurangi Kuota BBM di SPBU Bontang
Ilustrasi antrean BBM di SPBU Bontang (Klik Kaltim).
BONTANG - Sales Branch Manager (SBM) Kaltimut III Fuel Pertamina, Hermawan Bagus Prabowo, akhirnya merespons tudingan dugaan pengurangan kuota BBM subsidi Pertalite ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kota Bontang.
Kepada Klik Kaltim, Hermawan Bagus menerangkan alasan distribusi tidak sesuai dengan Delivery Order (DO) karena menyesuaikan kuota masing-masing SPBU.
Terlebih, Pertamina harus menjaga stabilitas BBM jenis Pertalite di hari-hari besar seperti Idulfitri, Natal, dan Tahun Baru. Dari data yang diterima Klik Kaltim, Pertamina setiap bulan mengirimkan kuota sebanyak 2.022 KL.
Pada realisasi Juni 2026 lalu, Pertamina mengirimkan total 2.000 kiloliter atau setara 2 juta liter ke enam SPBU. Nilai itu tidak mencapai target realisasi. Pertamina kemudian mengirimkan kuota lebih pada bulan berikutnya dengan pasokan 2.040 kiloliter.
"Kalau dilihat dari data realisasi sesuai, Mas. Kalau tidak mencapai target, kami kasih di bulan berikutnya. Atau saat momentum hari besar. Agar stok BBM Pertalite tetap aman," ucap Bagus.
Tanggapan Antrean Mengular
SBM Kaltimut III Fuel Pertamina, Hermawan Bagus Prabowo, turut menerangkan antrean mengular yang terjadi beberapa pekan terakhir karena ditemukannya pelanggaran di salah satu SPBU.
Kesalahan fatal itu berimbas pada sanksi penghentian sementara penyaluran BBM Pertalite. Tetapi, Pertamina tidak mengurangi kuota harian untuk Bontang.
Jatah BBM Pertalite itu kemudian dilempar ke SPBU lain agar tetap bisa melayani masyarakat yang ingin mendapatkan BBM subsidi jenis Pertalite.
"Dalam aturan memang ketat. Di SPBU yang terkena sanksi itu kedapatan menjual Pertalite ke pemilik mobil tidak sesuai barcodenya," ungkapnya.
Sebelumnya diberitakan, pengelola SPBU di Kota Bontang mengeluhkan kepada anggota DPRD terkait pasokan BBM Pertalite yang sering dikurangi oleh Pertamina dari kuota harian. Keluhan itu disampaikan dalam rapat koordinasi pada Jumat (28/8/2026) pagi di Ruang DPM-PTSP Bontang.
Imbasnya, antrean mengular pun terjadi. Bahkan, lebih mengejutkan, SPBU di Bontang mendapatkan jadwal pengiriman pada pukul 16.00 Wita, bukan pukul 08.00 Wita seperti biasanya.
Anggota Komisi B DPRD Bontang, Winardi, kesal dengan pola distribusi yang diatur Pertamina. Sebab, menurutnya, antrean mengular ini justru disebabkan oleh jam distribusi.
Ditambah lagi, informasi dari pemilik SPBU menyebut kuota kiriman yang diterima tidak sesuai dengan deposit. Misalnya, salah satu SPBU telah membayar deposit untuk mendapatkan 16 ribu liter. Namun, dari depot, SPBU hanya menerima 8 ribu liter. (*)
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: