Pertamina Pasok 66 Ribu KL Pertalite ke Bontang Tiap Hari; Antrean BBM Tak Panjang Lagi
Kondisi antrean kendaraan di SPBU Akawy usai kebijakan pasokan ditambah walhasil berhasil mengurai antrean kendaraan.
BONTANG- Mulai pekan ini Pertamina memastikan distribusi BBM subsidi pertalite kembali normal pasca adanya gejolak antrean yang membeludak.
Dari hasil perhitungan Pertamina Patra Niaga hingga Desember 2026 nanti distribusi 11 ribu Liter untuk setiap SPBU.
Sales Area Manager (SAM) Retail Kalimantan Timur dan Utara (Kaltimut) di PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Narotama Aulia Fajri mengatakan, jumlah itu diyakini bisa mengurai antrean.
Perhitungan angka itu sudah disesuaikan dengan sisa kuota alokasi BBM subsidi jenis pertalite sampai akhir tahun. "Kalau situasi normal nanti kita akan alokasikan per SPBU 11 ribu liter. Jumlah itu sudah pas sampai menutup akhir 2026," ucap Narotama.
Lebih lanjut, untuk mengatur antrean mengular Pertamina akan memperkuat pengawasan dengan Pemkot Bontang serta stake holder. Agar penyimpangan distribusi tidak terjadi.
Terlebih dalam sebulan terakhir sudah 5 SPBU yang ditemukan pelanggaran distribusi. Bahkan 4 operator telah dirumahkan. Untuk memberikan efek jera bagi operator nakal.
Aturan yang ditegakkan diantaranya, untuk pengisian motor per hari hanya 5 liter. Sementara untuk mobil dibatasin per hari 40 liter sesuai dengan aplikasi My Pertamina.
"Kalau pengawasan diperkuat. Distribusi akan bisa tepat sasaran. Jelas pengisian berulang untuk pengecer dilarang," sambungnya.
Diberitakan sebelumnya, Lembaga Perlindungan Konsumen (LPK) Kota Bontang, Arham, menilai biang kerok antrean BBM subsidi yang membeludak adalah aktivitas pengecer dan pengetap.
Menurutnya, tidak masuk akal masyarakat biasa mengisi BBM subsidi setiap hari. Dia pun mencermati, di dalam SPBU, kendaraan yang mengantre mayoritas merupakan mereka yang menjual kembali BBM subsidi.
"Dihentikan saja dua hari. Coba lihat, itu pasti longgar. Karena yang membuat antrean itu pengetap dan pengecer," ucap Arham dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Kota Bontang pada Senin (31/8/2026).
Menurutnya, tidak masuk akal kendaraan mengantre untuk menghabiskan 40 liter Pertalite dalam sehari. Kebijakan pemerintah pun dinanti agar masalah antrean ini bisa tuntas.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: