Pemkot Berencana Suntik Rp 75 Miliar ke BPD Kaltimtara, Rustam : Mulainya Tahun 2022 Nanti

Bontang - Yayuk
16 November 2020
Pemkot Berencana Suntik Rp 75 Miliar ke BPD Kaltimtara, Rustam : Mulainya Tahun 2022 Nanti Ketua Komisi II DPRD Bontang Rustam menjelaskan, saat ini masih pembahasan Raperda penyertaan modal. Sedangkan penyaluran dana akan melihat kemampuan keuangan daerah.

KLIKKALTIM.COM – Pemkot Bontang berencana menyalurkan Rp 75 miliar secara bertahap sebagai investasi ke BPD Kaltimtara. Rencananya penyertaan modal ini mulai dilakukan 2022 mendatang dan disalurkan selama tiga kali.

Ketua Komisi II DPRD Bontang Rustam mengatakan, saat ini DPRD dan Pemkot Bontang belum memasuki pembahasan Raperda penyertaan modal.

Sebab, pihak bank belum menyampaikan business plan kepada Komisi II DPRD sebagai dasar dimulainya pembahasan Raperda.

“Jadi bukan rapat tertutup, tadi itu belum masuk pembahasan. Karena syarat dokumen (business plan-nya) belum diserahkan,” ujar Rustam saat ditemui usai menggelar rapat terbatas, Senin (16/11/2020).

Rustam menilai, saat ini kondisi Loan to Deposit Ratio (LDR) Bank BPD Kaltimtara bukan perkara yang perlu dikhawatirkan. Pun saat ini kondisi LDR-nya berada di bawah 70 persen.

Ilustrasi Pelayanan Perbankan.

LDR menjadi salah satu indicator untuk menilai kelayakan bank dalam berinvestasi. Bank Indonesia menetapkan minimal tingkat LDR bank aman investasi sekitar 80 persen.

Lebih lanjut, pemerintah perlu memberi dukungan kepada Bank BPD Kaltimtara. Apalagi di saat-saat guncangan ekonomi seperti sekarang.

"Yang bisa menyehatkan bank ini kan dari 12 Kabupaten Kota yang ada ini, Kaltim dan Kaltara. Kalau bukan kita yang menyehatkan bank ini, justru akan tidak sehat," ujar Rustam.

Klik Juga :Kredit Macet Rp 800 M, Pemkot Harus Pikir Ulang Suntik Dana ke BPD Kaltimtara

Di dalam rapat terbatas, Rustam menyebutkan, sejak investasi pertama kal warsa 2001 lalu. Total modal yang telah ditanam di bank plat merah ini sekitar Rp 63 miliar.

Selama itu pula, keuntungan yang diterima Pemkot Bontang dari deviden sekitar Rp 90 miliar.

“Nah kenapa sekarang pendapatan kita sedikit, karena memang modal kita paling kecil. Kedua terkecil setelah Mahulu,” ujarnya.

Diakhir, Rustam meluruskan, rencana pembahasan Raperda Penyertaan Modal akan dirampungkan pada 2021 nanti. Sementara rencana rupiah disalurkan mulai 2022 sampai 2024 nanti.

“Jadi tidak sekarang, karena belum ada juga uangnya,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR