•   26 September 2026 -

PT. Borneo Pariwara Mandiri

Jl. Mulawarman, Gang Arumbia 1, Kelurahan Bontang Baru,
Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Pembangunan Drainase Kampung Timur Kanaan Batal, Terkendala Legalitas Tanah

Bontang - M Rifki
25 September 2026
 
Pembangunan Drainase Kampung Timur Kanaan Batal, Terkendala Legalitas Tanah Rombongan Komisi C DPRD Bontang meninjau Jalan Nusantara, RT 1, Kelurahan Kanaan, Bontang Barat, Senin (6/7/2026) lalu. (Klik Kaltim)

BONTANG - Rencana pengerjaan saluran drainase di RT 1, Kelurahan Kanaan, Bontang Barat dipastikan tidak berlanjut pada 2026 ini karena masalah status hibah belum jelas.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Bontang Edy Prabowo mengatakan, anggaran yang sudah disiapkan Rp1 miliar melalui usulan APBD Perubahan 2026 nantinya akan disesuaikan oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

Alasan batalnya pembangunan drainase sebagai solusi masalah banjir lantaran status lahan yang belum jelas. Setelah diinventarisasi, rupanya lahan itu sempat bersengketa, kemudian Pengadilan Negeri Bontang memutus Niet Ontvankelijke Verklaard (NO).

Putusan itu berarti pengadilan menyatakan bahwa gugatan atau permohonan tidak dapat diterima karena mengandung cacat formil. Pemerintah pun tidak berani membangun karena status lahan tersebut bukan dimiliki warga sekitar.

"Tidak bisa kami lakukan. Karena status lahan tidak jelas. Surat hibah yang kami terima juga tidak ada tanda tangan DT, Kelurahan, dan Kecamatan. Jadi anggaran Rp1 miliar kemungkinan tidak terserap," ucap Edy Prabowo.

Lebih lanjut, untuk memastikan keluhan warga ini tetap ditindaklanjuti, pemerintah akan melakukan koordinasi dengan perusahaan. Di mana PT Badak LNG memiliki patok di kawasan permukiman tersebut.

"Coba kami koordinasi lagi. Kalau ada update-nya akan diberi tahu," sambungnya.

Sebelumnya diberitakan, DPRD Bontang sempat menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait akses jalan berlumpur di Jalan Nusantara, RT 1, Kelurahan Kanaan, Bontang Barat, Senin (6/7/2026) pagi.

Waktu itu, Anggota Komisi C DPRD Bontang Joni Alla Padang mengatakan, warga mengeluhkan akses jalan karena belum tersentuh program semenisasi. Jalan curam, berlumpur, dan licin saat hujan tak jarang membuat pengendara sepeda motor tergelincir. Warga terpaksa mengambil risiko untuk tetap melintas karena tak memiliki alternatif.

“Bahkan ada ibu-ibu yang harus mengikat anaknya di motor karena khawatir jatuh. Jalan ini sudah lama tapi tidak pernah disentuh pembangunan. Miris sekali," ucap Joni ditemui di sela peninjauan.






TINGGALKAN KOMENTAR