Nelangsa Hatija, Rumah Kenangan Peninggalan Suami Ambruk saat Cucu Masih Tertidur
Hatija menatap kosong ke arah rumahnya yang ambruk, Sabtu (23/5/2026) malam .
BONTANG - Malam itu seharusnya menjadi malam biasa bagi Hatija (49). Namun rumah yang dulu kokoh itu ambruk pada pukul 23.30 Wita.
Rumah panggung peninggalan almarhum suaminya di RT 36 Gang Tipalayo, Kelurahan Berebas Tengah, ambruk tiba-tiba saat dirinya hendak memasukkan motor ke garasi.
Bangunan berukuran sekitar 7x13 meter itu roboh diduga karena tak mampu menahan beban bangunan yang terlalu berat.
Di tengah kepanikan, Hatija langsung menjerit histeris. Sebab sang cucu masih tertidur pulas di dalam kamar ketika rumah mulai runtuh perlahan.
Warga sekitar yang mendengar teriakan itu langsung berhamburan menuju lokasi untuk membantu evakuasi. Beruntung posisi rumah masih dekat dengan jembatan sehingga pintu rumah masih dapat dibuka. Sang cucu akhirnya berhasil diselamatkan dalam kondisi selamat.
“Cucu saya masih tidur di dalam. Saya di luar mau masukkan motor, tiba-tiba rumah ambruk begitu saja,” ucap Hatija dengan mata berkaca-kaca saat ditemui di lokasi.
Kesedihan Hatija semakin terasa ketika melihat rumah yang selama ini menjadi tempat berteduh keluarganya kini tinggal puing.
Rumah itu bukan sekadar bangunan, tetapi kenangan terakhir bersama sang suami yang telah meninggal dunia.
Beruntung saat kejadian kondisi air sedang surut sehingga sebagian barang elektronik masih dapat diselamatkan berkat gotong royong warga.
Kini Hatija bersama 6 anak dan dua cucunya terpaksa menumpang di rumah keluarga yang berada tepat di samping rumahnya yang ambruk.
“Saya sementara tinggal di samping, numpang sama keluarga. Kerugiannya mungkin ratusan juta,” lirihnya.
Diketahui rumah tersebut baru mendapatkan program bedah atap, lantai, dan dinding dari Pemprov Kaltim pada 2024 lalu.
Namun kondisi tiang penyangga rumah dinilai tidak mampu menopang berat bangunan yang sudah dibeton dan dipasangi keramik.
Lurah Berebas Tengah, Hasmawi, mengatakan ukuran tiang penyangga rumah terlalu kecil dan pondasinya tidak tertanam cukup dalam di dasar laut.
“Itu tiang bawahnya tidak kuat. Apalagi rumahnya sudah berat karena cor dan keramik,” ujarnya.
Pasca kejadian, pihak kelurahan bersama personel Batalyon Arhanud 007/ABC membantu membersihkan puing-puing bangunan. Sebanyak 20 personel diterjunkan untuk mengevakuasi material yang masih bisa diselamatkan.
Pihak kelurahan juga telah berkoordinasi dengan sejumlah perusahaan seperti Pupuk Kaltim, PT Badak NGL, serta Baznas Kota Bontang agar dapat membantu pembangunan ulang rumah Hatija.
“Kami sangat berterima kasih kepada personel Batalyon yang membantu evakuasi. Untuk pembangunan ulang rumah, kami berharap ada bantuan dari perusahaan maupun pihak lainnya,” tutup Hasmawi. (*)
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: