•   01 April 2026 -

PT. Borneo Grafika Pariwara

Jl. Kapt Pierre Tendean, RT 02 No 9, Kelurahan Bontang Baru
Kecamatan Bontang, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Langkah Mitigasi, BPBD Petakan Risiko Bencana di 52 RT Kelurahan Loktuan

Bontang - Asriani
01 April 2026
 
Langkah Mitigasi, BPBD Petakan Risiko Bencana di 52 RT Kelurahan Loktuan Peta rawan bencana tiap RT di Kelurahan Loktuan.

Bontang - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang, memetakan potensi bencana hingga tingkat RT melalui program Perawan-RT atau Peta Rawan Bencana per-RT. 

Hasilnya, setiap wilayah di Kelurahan Loktuan memiliki potensi bencana atau jenis ancaman bencana yang berbeda.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bontang, Usman melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Ismail menuturkan, pemetaan ini menjadi dasar utama dalam menentukan langkah mitigasi. 

"Melalui program Perawan-RT, kami petakan hingga tingkat RT. Ini penting agar penanggulangan bencana lebih tepat sasaran,” ungkapnya, Rabu (1/04/2026).

Berdasarkan data hasil survei tim BPBD di wilayah kelurahan Lok Tuan, potensi banjir rob terjadi di RT 01, 06, 11, 20, 25, 28, dan 32.

Ancaman kebakaran permukiman tercatat hampir merata di Loktuan. Menurut Ismail, kondisi permukiman yang padat menjadi faktor utama tingginya risiko tersebut, terutama di wilayah permukiman Kampung Selambai atas laut.

Selain itu, lanjutnya, potensi longsor ditemukan di sejumlah titik seperti RT 21, 22, 23, 46, 47, 48, hingga 49. Sementara, bencana rumah roboh tersebar di RT 01 hingga 08 serta beberapa wilayah lain seperti RT 11, 12, 15, 17, 18, 19, hingga 50.

“Ada juga potensi konflik sosial di RT 06 dan 14, serta luapan air parit di RT 39,” katanya.

Ismail menambahkan, ancaman lain seperti bahaya binatang buas juga ditemukan di sejumlah RT di kawasan pesisir Loktuan. Seperti RT 02,06,18, 25, 27, 28, 50, 51.

"Salah satu upaya mitigasi yang telah di laksanakan adalah dengan melakukan pemasangan plang / rambu - rambu peringatan bencana pada titik - titik rawan bencana. Langkah ini diharapkan mampu menekan dampak risiko bencana sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat," jelas Ismail.






TINGGALKAN KOMENTAR