BPBD Bontang Identifikasi Titik Rawan Bencana di 15 Kelurahan
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bontang, Usman melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Ismail
Bontang - Program Peta Rawan Bencana (Perawan) yang digagas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang dijalankan agar mitigasi yang lebih terukur.
Melalui pemetaan tersebut, BPBD mengidentifikasi potensi risiko bencana di 15 kelurahan yang tersebar di Tiga Kecamatan Kota Bontang.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bontang, Usman melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Ismail menjelaskan, bahwa program ini menjadi dasar penting dalam menentukan langkah penanganan dan pencegahan bencana ke depan.
"Dari pemetaan ini, kami bisa melihat secara detail wilayah mana saja yang memiliki tingkat kerawanan tinggi, sehingga langkah mitigasi bisa lebih tepat sasaran,” ungkapnya, Rabu (1/04/2026).
Salah satu wilayah yang masuk dalam pemetaan, misalnya Kelurahan Loktuan di Kecamatan Bontang Utara. Kawasan ini termasuk dalam kategori rawan terhadap sejumlah potensi bencana, mulai dari kebakaran permukiman, luapan air parit saat intensitas hujan tinggi.
Selain itu, BPBD juga mencatat beberapa jenis ancaman lain yang tersebar di berbagai wilayah, seperti tanah longsor, hingga rumah roboh.
"Tidak hanya itu, potensi bahaya dari binatang buas di pesisir selambai juga masuk dalam daftar pemetaan risiko," jelasnya.
Ismail tegaskan, hasil pemetaan ini tidak hanya menjadi data, tetapi akan ditindaklanjuti melalui program mitigasi dan edukasi masyarakat.
"Kami akan sesuaikan langkah penanganan, baik itu infrastruktur, sosialisasi, maupun kesiapsiagaan warga,” ujarnya.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: