Negosiasi Retribusi Parkir Berjalan Alot; Jukir Keberatan Hasil Dibagi Dua, Dishub Lobi Ulang
Juru parkir di badan jalan Kota Bontang. (Dok)
BONTANG- Negosiasi bagi hasil antara Dinas Perhubungan (Dishub) Bontang dengan Juru Parkir (Jukir) berlangsung alot. Jukir menolak tawaran berbagi untung 50 persen dengan Dishub dari pengelolaan parkir di fasilitas yang dibangun pemerintah.
Kepala Dishub Bontang Taupan Kurnia mengaku, para jukir merasa keberatan dengan penawaran bagi hasil 50 : 50 dengan pemerintah. Walaupun demikian, negosiasi masih berlangsung hingga hari ini belum final.
Bersamaan dengan negosiasi ini, pemerintah tengah menghitung potensi penerimaan dari pengelolaan parkir di badan jalan.
"Masih dibahas dinda. Kami akan kejar sih kerja samanya. Mereka sepakat tapi bagi hasilnya masih dinegosiasikan," ucap Taupan.
Apabila kondisi ini terus menerus berlanjut, potensi penerimaan daerah dipastikan lagi-lagi menguap. Sebab, dari potensi Rp 400 juta saat ini Dishub hanya bisa mengumpulkan Rp 110 juta
"Pasti berpengaruh dengan target. Tapi kan kami sedang berproses. Hasil ini akan dievaluasi juga," sambungnya.
Sebelumnya diberitakan, Kantong pendapatan daerah dari sektor parkir di bahu jalan menyisakan lubang besar. Penerimaan ratusan juta dari objek retribusi ini menguap. Sementara petugas dari Dinas Perhubungan (Dishub) Bontang pun bergeming dengan kondisi ini.
Di dalam rapat kerja dengan Komisi B DPRD Bontang terkait Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dishub membeberkan target penerimaan dari retribusi parkir setahun hanya Rp 110 juta.
Angka itu jauh dari potensi pendapatan yang diprediksi Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) bahwa Dishub mampu mengumpulkan hingga Rp 400 jutaan kurun setahun.
Dishub mengaku tak berdaya memungut parkir dari titik-titik keramaian, karena acap kali berbenturan dengan juru parkir (Jukir) liar.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: