Mengeluh Pertalite Dibatasi 5 Liter, Pengecer di Bontang Keliling 4 SPBU untuk Tambah Pasokan
Lapak pengecer BBM di Kota Bontang. (Dok)
BONTANG - Pengecer di Bontang mengeluhkan sistem pembatasan pembelian BBM bersubsidi pertalite hanya 5 liter per hari. Kebijakan ini memaksa mereka berkeliling SPBU untuk mendapatkan lebih banyak pasokan.
Ketua Asosiasi Pengecer BBM (APBBM) Bontang Titik mengatakan, pembatasan sudah berlaku sejak pertengahan Juli 2026 lalu. Sejak saat itu, 400 anggota mengaku kesulitan mendapatkan BBM.
Sebelumnya, pengecer yang menggunakan motor thunder rata-rata mendapatkan 40 liter BBM/hari dengan keuntungan Rp80 ribu. Kini mereka harus berkeliling ke beberapa SPBU dan hanya mampu mengumpulkan sekitar 20 liter BBM per hari, atau separuh dari pasokan sebelumnya. Kondisi tersebut praktis memangkas keuntungan hingga 50 persen.
Titik mengungkapkan telah berulang kali menyuarakan aspirasi anggotanya kepada Pertamina, Pemkot, dan pengelola SPBU. Pasalnya, mereka merasa ikut membantu masyarakat yang tidak punya Waktu mengantre di SPBU. Apalagi jika hanya membeli dalam jumlah sedikit.
"Memang profesi kami ilegal. Tapi dari sini saja sumber penghasilan kami. Kami ini juga bantu warga yang mau isi eceran," ucap Titik, Kamis (25/6/2026).
Titik berharap kebijakan pembatasan dapat dicabut. Selain itu, pemerintah diminta tidak tebang pilih antara pengecer yang menggunakan mobil dan motor.
"Kalau mau adil yang mobil juga dibatasin. Ini kenapa cuman kendaraan roda 2 saja. Kami cuman mau cari uang," pungkasnya. (*)
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: