Polres Bontang Bidik Kendaraan yang 'Langganan' Antre Pertalite di SPBU Tiap Hari, Curigai Penyelewengan BBM
Antrean kendaraan di SPBU Bontang.
BONTANG – Polemik antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU Kota Bontang kini menjadi perhatian aparat kepolisian. Satreskrim Polres Bontang mulai membidik kendaraan roda empat yang diduga rutin mengantre Pertalite bersubsidi setiap hari.
Langkah itu dilakukan setelah muncul dugaan adanya kendaraan yang berulang kali mengisi BBM subsidi hingga memicu antrean panjang dalam sebulan terakhir.
Kapolres Bontang AKBP Anak Agung Gede Wibowo melalui Kasatreskrim AKP Putu Ari Sanjaya mengatakan, pihaknya akan mengintensifkan pengawasan di SPBU dengan menerjunkan personel untuk memantau kendaraan yang dicurigai berulang kali mengantre.
Jika ditemukan indikasi penyalahgunaan BBM subsidi, kepolisian memastikan akan memproses pelaku sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Penindakan mengacu pada Pasal 40 angka 9 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang, yang mengubah ketentuan Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi."Kalau antrean mengular memang sudah kami monitor. Ke depan akan kami intensifkan pengawasannya, termasuk menyasar kendaraan yang antre setiap hari," kata AKP Putu Ari.
Ia menegaskan, masyarakat tidak perlu panik karena pasokan Pertalite untuk Bontang tetap dikirim setiap hari oleh Pertamina.
Namun, polisi juga menyoroti informasi adanya kendaraan yang diduga menghabiskan kuota harian Pertalite hingga 40 liter setiap hari. Dugaan tersebut akan menjadi fokus penyelidikan karena dinilai tidak lazim apabila kendaraan hanya beroperasi di dalam Kota Bontang.
"Kami akan telusuri. Nanti akan terlihat kendaraan yang berulang kali antre setiap hari. Kami juga mengimbau masyarakat menggunakan BBM subsidi sesuai peruntukannya dan tidak untuk dikomersialkan," tegasnya.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Bontang juga mulai mengkaji pembatasan pembelian Pertalite bagi kendaraan roda empat. Wacana itu muncul setelah antrean di SPBU semakin panjang dan dikeluhkan karena mengganggu kelancaran lalu lintas.
Wali Kota Bontang Neni Moernaeni mengaku heran dengan adanya informasi kendaraan yang setiap hari mengisi Pertalite hingga batas maksimal 40 liter.
Menurutnya, konsumsi sebanyak itu sulit diterima apabila kendaraan hanya digunakan untuk aktivitas di dalam wilayah Kota Bontang.
"Itu juga yang membuat heran. Kalau per mobil dibatasi, misalnya sepekan sekali, mungkin tidak ada antrean. Aneh, 40 liter habis per hari," ujar Neni, Selasa (4/8/2026). (*)
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: