Luhut Bocorkan Skema Bansos: Tak Ada Lagi Barang, Semua Berbentuk Tunai dan Diatur AI
Ilustrasi bansos menggunakan data Ai.
JAKARTA - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, menegaskan bahwa ke depan formulasi bantuan sosial (bansos) dari pemerintah tidak akan lagi dikirimkan dalam bentuk komoditas barang.
Sebagai gantinya, otoritas pusat bakal mengalihkan sistem bantuan tersebut menjadi sepenuhnya tunai melalui skema transfer tunai langsung (direct cash transfer).
Berdasarkan hasil kalkulasi dan konsolidasi data yang telah dihimpun oleh timnya, Luhut memaparkan bahwa akumulasi nominal yang akan dikantongi oleh setiap individu keluarga penerima manfaat (KPM) menyentuh angka rata-rata Rp5,4 juta.
Menariknya, pemetaan serta pengelompokan profil para penerima manfaat bantuan tunai bernilai jumbo tersebut nantinya akan dikendalikan langsung oleh sistem kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
"Saya melihat nanti subsidi tidak akan lagi ke barang. Subsidi akan langsung kepada yang menerima karena rata-rata kita kumpulkan semua bansos itu dengan cash transfer dan seterusnya, ada Rp 5,4 juta per orang. Ini nanti akan dikelompokkan dengan AI," ungkap Luhut saat memberikan keterangan pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (9/6/2026).
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: