•   18 August 2026 -

PT. Borneo Grafika Pariwara

Jl. Mulawarman, Gang Arumbia 1, Kelurahan Bontang Baru,
Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Hasil Uji Sampling Makanan MBG di Vidatra; Dinkes Bontang Temukan E-Coli, Bakteri yang Sering Muncul di Tinja Manusia

Bontang - M Rifki
18 Agustus 2026
 
Hasil Uji Sampling Makanan MBG di Vidatra; Dinkes Bontang Temukan E-Coli, Bakteri yang Sering Muncul di Tinja Manusia Kepala Dinkes Bontang Toetoek Pribadi Ekowati didampingi jajarannya (Klik Kaltim).

BONTANG – Bakteri Escherichia coli (E-Coli) ditemukan dalam hasil uji laboratorium menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Bontang.

Kepala Dinkes Bontang Toetoek Pribadi Ekowati menerangkan, bakteri tersebut ditemukan pada menu utama protein ayam suwir kemangi.

Hal itu mengindikasikan adanya pengelolaan makanan yang tidak sesuai dengan standar higiene sanitasi oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bontang Selatan 4, Kelurahan Berebas Tengah 3.

Dinkes menjelaskan, bakteri E-Coli umumnya dapat menyebabkan gejala keracunan bagi masyarakat. Terutama pada anak-anak yang daya tahan tubuhnya masih lemah.

"Bila bakteri ini ditemukan pada makanan matang seperti ayam suwir, maka dapat mengindikasikan adanya kontaminasi selama proses pengolahan, penyimpanan, distribusi, atau penyajiannya," ucap Toetoek.

Lebih lanjut, alasan tidak semua penerima manfaat mengalami gejala keracunan karena bakteri tersebut masih dapat ditangani oleh metabolisme tubuh.

Dengan begitu, Dinkes Bontang akan melakukan pengecekan berkala terhadap seluruh SPPG sebagai penyedia MBG. Kejadian keracunan ini pun dinilai dapat diantisipasi.

Caranya dengan memastikan proses penyajian dilakukan secara baik. Kemudian, dalam proses memasak, seluruh bahan harus dipastikan dalam kondisi bersih.

"Kalau SOP dijalankan, saya pikir kontaminasi bakteri akan bisa ditangani. Terpenting pengawasannya. Jadi, tidak hanya harus cepat, tapi makanan mesti dipastikan bersih," sambungnya.

Bakteri E-Coli umumnya dapat ditemukan di beberapa sumber. Di antaranya tinja manusia dan hewan, serta air yang tercemar limbah.

Bakteri tersebut juga bisa ditemukan pada daging ayam, sapi, atau makanan hewani yang tidak dimasak secara sempurna. Selain itu, dapat ditemukan pada sayuran dan buah.

"Di dalam makanan matang yang terkontaminasi kembali setelah dimasak juga berisiko. Makanya kebersihan peralatan masak atau tangan penjamah makanan harus steril," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang mengungkap penyebab 56 siswa SD dan SMP Vidatra mengalami keracunan setelah menyantap menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) karena tercemar bakteri patogen.






TINGGALKAN KOMENTAR