Lobi Kemenkes Bantu Pengadaan Alat Kesehatan RS; Wali Kota Neni Boyong Rp 13 Miliar
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni (Prokopim)
BONTANG – Pemerintah Kota Bontang mendapatkan tambahan anggaran Rp13 miliar dari hasil kunjungan ke Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada Kamis (22/10/2026) kemarin.
Agenda itu dihadiri Wali Kota Bontang Neni Moernaeni dan diterima oleh Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono. Wali Kota Bontang Neni Moernaeni mengatakan agenda ke Kemenkes tersebut rupanya sudah dijadwalkan sejak lama.
Di sana, Neni meminta Kemenkes membantu pemenuhan fasilitas kesehatan. Draf proposal yang disampaikan senilai Rp610 miliar.
Hanya saja, Kemenkes baru bisa mengakomodasi 2,13 persen dari usulan itu, mengingat waktu sudah mendekati akhir 2026. Pada tahap awal ini, akhirnya alokasi Rp13 miliar bisa didapat.
"Alhamdulillah kita dapat bantuan alkes Rp13 miliar. Nanti dibagi ke seluruh puskesmas," ucap Neni kepada Klik Kaltim.
Secara teknis, pencairan nantinya akan dilakukan langsung oleh Kemenkes pada akhir 2026 ini. Kemudian, Dinkes Bontang diminta melakukan konsultasi lanjutan untuk memastikan alokasi anggaran itu benar-benar bisa terserap.
Dalam keterangannya, Neni mengaku akan membagi anggaran untuk setiap kecamatan sebesar Rp4 miliar. Anggaran itu akan dibagi lagi karena terdapat dua kecamatan yang memiliki dua puskesmas.
"Secara teknis nanti Dinkes yang bahas. Kita berjuang saja. Apalagi APBD Bontang seret," sambungnya.
Sementara itu, usulan pembangunan Gedung C RSUD Taman Husada, revitalisasi gedung rumah sakit tipe D, dan pembangunan lanjutan Laboratorium Kesehatan Daerah akan dipertimbangkan untuk didukung pada 2027.
"Insyaallah tahun depan kita dapat lebih besar. Mohon doanya warga Bontang," pungkasnya.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: