Hujan Deras Picu Longsor di Bontang, Dua Rumah Warga di Kelurahan Kanaan Terdampak
Kondisi longsor rumah warga di Kelurahan Kanaan, Bontang Barat.
BONTANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang melaporkan terjadinya tanah longsor di wilayah Kelurahan Kanaan, Bontang Barat, pada Rabu malam (4/3/2026) sekitar pukul 23.00 WITA.
Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Pendidikan RT 03, tepatnya di sekitar rumah warga di kawasan tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bontang, Usman melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Ismail mengatakan jika longsor dipicu oleh hujan deras berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut dalam waktu cukup lama.
“Akibatnya, tanah di lereng sekitar permukiman menjadi labil dan akhirnya runtuh, mengenai beberapa rumah warga,” ucapnya, Kamis (5/3/2026).
Berdasarkan data sementara dari BPBD Kota Bontang, terdapat dua unit rumah terdampak yang dihuni oleh dua kepala keluarga dengan total 13 jiwa.
Rumah pertama milik Ibu Sarlota Lumba (60) yang tinggal bersama sejumlah anggota keluarganya, termasuk tiga orang cucu yakni Reus (11), Rean (4), dan Jio (3).
Selain itu terdapat lima anak yang juga tercatat sebagai anggota keluarga, yaitu Marten (37), Verdi (36), Seli (29), Agustina (25), dan Lusi (40).
Sementara rumah kedua milik Bapak Marten (65) yang tinggal bersama istrinya Matrina (65) serta dua cucu mereka, Kael (8) dan Rafa (8).
“Jadi tim BPBD yang menerima laporan warga langsung menuju lokasi untuk melakukan pemantauan dan penilaian kondisi rumah yang terdampak,” ucapnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa dari hasil pemantauan awal, longsor masih memiliki potensi meluas dan dapat mengancam rumah-rumah lain di sekitar lokasi.
BPBD Kota Bontang mengimbau warga yang tinggal di sekitar area rawan longsor agar tetap waspada, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi. Warga juga diminta untuk menghindari area yang berpotensi mengalami longsor demi keselamatan.
Sebagai langkah penanganan lanjutan, BPBD telah berkoordinasi dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman untuk melakukan tindak lanjut penanganan di lokasi.
“Kami juga melakukan pemantauan kondisi cuaca juga terus dilakukan dengan mengacu pada informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) guna mengantisipasi kemungkinan cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi,” tandasnya. (*)
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: