•   24 August 2026 -

PT. Borneo Grafika Pariwara

Jl. Mulawarman, Gang Arumbia 1, Kelurahan Bontang Baru,
Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Hasil Uji Laboratorium 2 Dapur MBG Pemicu Anak Keracunan di Bontang, Bukan Karena Air Tercemar

Bontang - M Rifki
24 Agustus 2026
 
Hasil Uji Laboratorium 2 Dapur MBG Pemicu Anak Keracunan di Bontang, Bukan Karena Air Tercemar Ruangan Laboratorium Kesehatan Daerah Kota Bontang (Klik Kaltim).

BONTANG - Kualitas air yang digunakan di dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyebabkan 83 anak sekolah keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) dipastikan aman.

Kepastian itu disampaikan Dinas Kesehatan Kota Bontang setelah melakukan uji laboratorium terhadap kualitas air di SPPG Bontang Utara 2 dan Bontang Selatan 5.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bontang Toetoek Pribadi Ekowati mengatakan, saat ini pengawasan dan evaluasi di dua SPPG tersebut masih dijalankan.

Misalnya, tim Dinkes Bontang melakukan Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) terhadap kedua dapur tersebut sebelum akhirnya dapat kembali beroperasi.

"Kalau hasil sampling air, hasilnya tidak terbukti tercemar. Artinya, penyebab timbulnya bakteri patogen murni kontaminasi saat penyajian serta penggunaan bahan berlebih," ucap Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Bontang, Sudirman.

Sebelumnya diberitakan, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Regional Kaltim akhirnya buka suara terkait insiden keracunan yang menyebabkan 83 orang menjadi korban.

Kepala SPPG Regional Bontang Surya Dwi Saputra mengatakan, sanksi yang diberikan ialah menutup dua dapur yang menjadi penyebab anak keracunan selama sebulan.

Dapur yang ditutup di antaranya SPPG Bontang Utara 2 di Jalan KS Tubun, Kelurahan Api-Api, dan Bontang Selatan 5 di Kelurahan Berebas Tengah.

Imbas penutupan dua dapur itu, sebanyak 5 ribu penerima manfaat tidak akan disuplai Makanan Bergizi Gratis (MBG) sampai evaluasi selesai dilakukan.

"Sanksi berupa pemberhentian dua dapur selama sebulan. Ini sudah keputusan yang diambil untuk evaluasi sistem pengelolaan MBG. Kami juga meminta maaf atas insiden tersebut," ucap Surya.






TINGGALKAN KOMENTAR