Usai Kasus Keracunan MBG di Bontang; Polisi Mulai Usut Perkara
anak SMP Vidatra yang dilarikan ke RS akibat keracunan MBG.
BONTANG - Polres Bontang akan menelusuri dugaan kejadian keracunan yang menyebabkan 83 anak sekolah menjadi korban lasca mengkonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada Agustus 2026 ini.
Kapolres Bontang AKBP Anak Agung Gede Wibowo melaluu Kasat Reskrim AKP Putu Ari Sanjaya mengatakan, penelusuran ini hanya bersifat klarifikasi. Mencari akar masalah dari penyebab anak bergejala sakit perut dan pusing.
Meski demikian, polisi mengaku belum menerima laporan resmi terkait sejumlah kejadian siswa yang didua keracunan. Kendari demikian penelusuran akan dilakukan.
"Banyak tahapan yang harus dilakukan. Tapi karena ini ada muncul, dugaan kami akan dalami. Kalau laporan belum ada. Upaya konfirmasi para pihak terkait juga akan dilakukan," ucap AKP Putu Ari.
Klik Kaltim masih berusaha mengkonfirmasi Kepala SPPG Regional Bontang Surya namun belum, mendapatkan respon.
Sebelumnya diberitakan, Bakteri Escherichia coli (E-Coli) ditemukan dalam hasil uji laboratorium menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Bontang.
Kepala Dinkes Bontang Toetoek Pribadi Ekowati menerangkan, bakteri tersebut ditemukan pada menu utama protein ayam suwir kemangi.
Hal itu mengindikasikan adanya pengelolaan makanan yang tidak sesuai dengan standar higiene sanitasi oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bontang Selatan 4, Kelurahan Berebas Tengah 3.
Dinkes menjelaskan, bakteri E-Coli umumnya dapat menyebabkan gejala keracunan bagi masyarakat. Terutama pada anak-anak yang daya tahan tubuhnya masih lemah.
"Bila bakteri ini ditemukan pada makanan matang seperti ayam suwir, maka dapat mengindikasikan adanya kontaminasi selama proses pengolahan, penyimpanan, distribusi, atau penyajiannya," ucap Toetoek.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: