Dua Bulan Tak Ada Hujan, Pemkot Bontang Gelar Shalat Istisqa
Shalat Istisqa di Stadion Bessai Berinta pada Sabtu (5/9/2026). (Klik Kaltim)
BONTANG – Ratusan warga Bontang menjalankan shalat Istisqa di Stadion Bessai Berinta (Lang-Lang) pada Sabtu (5/9/2026). Shalat tersebut digelar untuk bermunajat dan memohon agar hujan segera turun setelah dua bulan dilanda kekeringan.
Wali Kota Bontang, Neni Moernaeni, menganggap shalat Istisqa merupakan ikhtiar umat untuk mendapatkan keberkahan hujan dari Sang Pencipta.
"Semoga ikhtiar ini, Bontang bisa diturunkan hujan berkah dalam waktu dekat. Bontang sedang krisis air dan banyak kasus kebakaran hutan dan lahan," ucap Neni.
Musim kemarau panjang ini telah mengakibatkan berbagai bencana, mulai dari kebakaran hutan dan lahan hingga kekeringan sumber air baku Kota Bontang. Diketahui, selama sebulan terakhir, imbas kemarau panjang membuat Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Taman membatasi pasokan air bersih dengan sistem bergiliran.
Total pelanggan yang terdampak sebanyak 29 ribu sambungan. Pelanggan tersebut tersebar di beberapa wilayah di tengah kota dan Kecamatan Bontang Barat.
Direktur Perumdam Tirta Taman, Suramin, mengaku pembatasan ini diberlakukan karena pasokan air sudah turun hingga 50 persen.
Bahkan, WTP Advent di Kecamatan Bontang Barat yang mampu memproduksi 50 liter per detik harus berhenti beroperasi sejak Agustus 2026 lalu.
"Langkah ini harus diambil karena pasokan air bawah tanah semakin kritis," ucap Suramin.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: