•   02 May 2026 -

PT. Borneo Grafika Pariwara

Jl. Kapt Pierre Tendean, RT 02 No 9, Kelurahan Bontang Baru
Kecamatan Bontang, Kota Bontang, Kaltim - 75311

DPRD Suarakan Kebutuhan Masyarakat di Musrembang RPJMD

Bontang - Redaksi
23 Mei 2025
 
DPRD Suarakan Kebutuhan Masyarakat di Musrembang RPJMD DPRD Suarakan Kebutuhan Masyarakat di Musrembang RPJMD.

Bontang - Ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam, turut ambil bagian dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029 yang digelar oleh Pemerintah Kota Bontang, Senin pagi (19/5/2025), di Pendopo Rumah Jabatan (Rujab) Wali Kota.

Musrenbang ini menjadi momen penting dalam menyusun arah kebijakan pembangunan kota untuk lima tahun ke depan. Sejumlah tokoh hadir, termasuk Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni, Wakil Wali Kota Agus Haris, Sekretaris Daerah Aji Erlinawati, unsur Forkopimda, kepala OPD, camat, lurah, serta tamu undangan lainnya.

Sejumlah legislator pun tampak menghadiri forum tersebut, seperti Heri Keswanto, Yaser Arafat, Faisal FBR, Sumardi, dan Suharno.

Dalam sambutannya, Wali Kota Neni menekankan pentingnya Musrenbang sebagai wadah untuk merumuskan solusi nyata atas persoalan-persoalan krusial di Kota Bontang. Salah satu fokus utama yang disorot dalam RPJMD kali ini adalah penanggulangan banjir.

Beragam proyek strategis disiapkan untuk mendukung upaya tersebut, mulai dari pembangunan polder di Kelurahan Tanjung Laut dan Gunung Telihan, kolam retensi (depresi) di Kanaan, revitalisasi Waduk Kanaan, hingga perkuatan tebing sungai.

Tak hanya itu, Pemkot juga akan membangun jalan lingkar yang menghubungkan Kelurahan Tanjung Laut Indah dengan Kelurahan Bontang Kuala. Jalan ini dirancang multifungsi: selain menjadi akses transportasi, juga difungsikan sebagai infrastruktur pengendali banjir rob.

Di sektor ekonomi, Wali Kota Neni menyoroti masih dominannya sektor migas, meskipun sektor non-migas mulai menunjukkan geliat dengan pertumbuhan 9,4 persen pada 2024. Namun demikian, ekonomi kota secara keseluruhan masih mengalami kontraksi -2,51 persen.

Sebagai upaya diversifikasi, Pemkot berkomitmen memperkuat sektor-sektor alternatif seperti perikanan, pertanian, perdagangan, jasa, dan pariwisata. Salah satu program unggulan yang disebutkan adalah penciptaan 500 wirausaha baru setiap tahun—langkah yang diharapkan dapat memperluas basis ekonomi rakyat dan mendorong usaha mikro naik kelas.

Musrenbang RPJMD ini menjadi momentum penting bagi Bontang untuk menyusun strategi pembangunan yang komprehensif dan responsif terhadap tantangan daerah, khususnya dalam mengatasi banjir dan membangun ekonomi yang lebih tangguh di luar sektor migas.

Hingga berita ini diturunkan, Musrenbang masih berlangsung dengan sejumlah masukan dan pandangan dari berbagai pihak, termasuk perwakilan legislatif.






TINGGALKAN KOMENTAR