DPRD Bontang Minta Proyek Pembangunan Koperasi Merah Putih Dihentikan, Izin Belum Lengkap
Anggota DPRD Bontang Muhammad Sahib.
BONTANG - Anggota DPRD Bontang Muhammad Sahib mendesak agar proses pembangunan Koperasi Merah Putih (KMP) segera dihentikan. Desakan mencuat atas temuan dugaan sejumlah pelanggaran.
Salah satu poin yang menjadi sorotan adalah terkait legalitas. KMP disebut dibangun sebelum proses Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) rampung. Menurutnya hal tersebut tak boleh dibiarkan, karena menjadi contoh buruk dan membentuk presepsi bahwa Pemkot Bontang justru melanggar aturan yang dibuat.
Langkah Pemkot memberikan toleransi pembangunan dapat berlangsung sembari proses perizinan berjalan juga dinilai tidak tepat. Sebab menimbulkan kesan bahwa Pemkot tebang pilih dalam penerapan aturan.
"Kalau masyarakat yang bangun rumah pribadi dan belum kantongi PGB langsung dihentikan sama DPMPTSP melalui Satpol PP, kan tidak adil," tegasnya, Rabu (17/6/2026).
Sahib pun mengakui jika pembangunan KMP memang merupakan program unggulan dari presiden Prabowo Subianto. Namun bukan berarti langkah percepatan harus berjalan dengan menabrak aturan.
"Pembangunan KMP ini saya sarankan untuk disetop. Suruh urus izin PBG dulu. Baru dilanjutkan. Jangan karena dalil percepatan aturan justru dilanggar. Lagi-lagi warga yang kena dampak," ucap Muhammad Sahib.
Posisi Pembangunan KMP yang Semberono
Alasan kuat lain KMP harus dihentikan ialah, proses penentuan lokasi yang sembarangan. Contohnya di pembangunan Jalan KS Tubun yang dekat dengan pusat perniagaan tradisional.
Pemkot Bontang bahkan dianggap tidak menjalankan sosialisasi dan koordinasi dengan DPRD terkait rencana pembangunan. Mulai, konsultasi penggunaan aset Pemkot Bontang untuk KMP.
Walhasil, dalam proses perjalanannya cenderung dipaksakan. Terlebih konsep KMP ini mendekati dengan desain waralaba modern. Dia meminta posisi pembangunan dipindahkan. Karena akan mengurangi penghasilan pedagang tradisional.
"Inilah pentingnya koordinasi. Kami fungsinya pengawasan. Warga lapornya ke kami," sambungnya. (*)
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: