DPRD Bontang Dorong Pemerataan Akses Pendidikan Bagi Pelajar Pesisir
Anggota DPRD dari Fraksi PKB, Yusuf.
Bontang – DPRD Kota Bontang menyoroti pentingnya penyediaan fasilitas pendidikan yang layak dan setara bagi siswa yang tinggal di wilayah pesisir. Hal ini disampaikan oleh Anggota DPRD dari Fraksi PKB, Yusuf, dalam menanggapi berbagai kendala yang masih dihadapi pelajar pesisir, mulai dari akses transportasi hingga ketiadaan asrama.
Yusuf menegaskan bahwa akses pendidikan yang setara adalah hak semua anak, termasuk mereka yang tinggal jauh dari pusat kota. Ia mengingatkan bahwa jika kondisi ini dibiarkan tanpa solusi, maka jumlah siswa yang tertinggal dalam hal akses dan kualitas pendidikan bisa terus meningkat.
Sebagai langkah awal, Yusuf mendukung usulan pemanfaatan kapal guru sebagai sarana transportasi sementara bagi siswa. “Kapal yang biasa digunakan oleh guru bisa difungsikan dulu untuk mengantar siswa ke sekolah,” ujarnya.
Menurutnya, solusi ini dapat dijalankan sembari menunggu pengadaan kapal khusus untuk pelajar, yang memang sangat dibutuhkan oleh wilayah pesisir.
Selain itu, Yusuf mendorong agar DPRD memberikan tekanan lebih kepada Unit Pelaksana Belajar (UPB) untuk segera mengajukan pengadaan kapal dan sarana penunjang lainnya.
Ia juga menyinggung perlunya keberadaan asrama atau rumah tinggal bagi pelajar pesisir. Saat ini, Bontang belum memiliki asrama resmi yang diperuntukkan bagi siswa dari wilayah pesisir. Yang tersedia hanyalah rumah singgah sementara yang menurut Yusuf tidak dapat dikategorikan sebagai fasilitas pendidikan.
“Rumah singgah itu bukan asrama. Itu hanya tempat singgah, bukan tempat tinggal jangka panjang bagi pelajar,” tegasnya.
Untuk itu, Yusuf meminta Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Pendidikan dan dinas terkait lainnya segera merancang dan mewujudkan pembangunan fasilitas permanen seperti asrama untuk pelajar pesisir.
Ia juga menyoroti semangat belajar siswa pesisir yang terus meningkat. Berdasarkan informasi yang ia terima, tingkat kelulusan siswa pesisir kini mencapai 100 persen, dan seluruhnya melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.
“Ini luar biasa. Semangat mereka tinggi, dan kita wajib mendukungnya,” ungkap Yusuf.
Sebagai bentuk dukungan konkret, ia mengusulkan agar dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), siswa dari wilayah pesisir diberikan prioritas untuk masuk ke sekolah negeri.
“Harus ada pengecualian untuk mereka. Pemerintah harus menjamin siswa pesisir bisa masuk sekolah negeri,” lanjutnya.
Tak hanya soal transportasi dan asrama, Yusuf juga menyinggung kondisi infrastruktur di wilayah pesisir, khususnya jalan. Ia menyebut banyak jalan di wilayah Lestari yang rusak dan belum mendapat perhatian.
“Ini juga harus segera ditangani. Perbaikan jalan sangat penting untuk mendukung aktivitas pendidikan dan mobilitas masyarakat pesisir,” pungkasnya.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: