•   02 June 2026 -

PT. Borneo Grafika Pariwara

Jl. Kapt Pierre Tendean, RT 02 No 9, Kelurahan Bontang Baru
Kecamatan Bontang, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Balap Liar Marak! Pembangunan Sirkuit Permanen di Bontang Masih Tertunda, Ini Alasannya

Bontang - M Rifki
02 Juni 2026
 
Balap Liar Marak! Pembangunan Sirkuit Permanen di Bontang Masih Tertunda, Ini Alasannya Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni.

BONTANG – Rencana pembangunan sirkuit atau arena balap permanen yang menjadi salah satu janji politik Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni dan Wakil Wali Kota Agus Haris dipastikan belum dapat direalisasikan pada 2026.

Wali Kota Neni Moerniaeni mengatakan, keterbatasan anggaran menjadi alasan utama pembangunan fasilitas tersebut belum dapat dilaksanakan tahun ini.

Menurutnya, Pemerintah Kota Bontang masih memprioritaskan anggaran untuk program-program lain yang dinilai lebih mendesak.

“Masih belum bisa dibangun tahun ini untuk sirkuit permanennya,” kata Neni.

Pemkot Bontang sebelumnya berencana membangun arena balap permanen di kawasan eks Bandara Bontang Lestari. Namun hingga saat ini, belum ada tahapan persiapan maupun penganggaran yang dilakukan.

“Belum ada proses yang dilakukan. Anggarannya juga belum tersedia,” lanjutnya.

Wacana pembangunan sirkuit permanen kembali menjadi sorotan setelah Satlantas Polres Bontang mengamankan 69 sepeda motor yang terlibat balap liar di kawasan Bontang Lestari, Minggu (31/5/2026).

Dari hasil pemeriksaan, kegiatan tersebut ternyata merupakan ajang balapan tanpa izin yang diikuti puluhan peserta. Bahkan, setiap peserta dikenakan biaya pendaftaran sebesar Rp100 ribu.

Kasatlantas Polres Bontang AKP Purwo Asmadi menegaskan aktivitas tersebut melanggar aturan karena digelar tanpa izin resmi dan mengganggu ketertiban umum.

“Mereka balapan tanpa izin. Kami bubarkan dan seluruh kendaraan yang terlibat kami amankan,” ujar Purwo.

Sebagai bentuk penindakan, kendaraan yang terjaring akan dikenakan sanksi tilang dan ditahan sementara sebagai efek jera. Untuk pengambilan kendaraan, pemilik wajib melengkapi dokumen yang dipersyaratkan serta membayar denda sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain itu, orang tua peserta yang masih di bawah umur juga akan dipanggil untuk diberikan pembinaan.

Keberadaan sirkuit permanen selama ini dinilai sejumlah kalangan dapat menjadi salah satu solusi untuk menyalurkan hobi balap para remaja secara aman dan terorganisir. Namun, hingga kini realisasi pembangunan fasilitas tersebut masih harus menunggu kesiapan anggaran daerah.






TINGGALKAN KOMENTAR