•   03 May 2026 -

PT. Borneo Grafika Pariwara

Jl. Kapt Pierre Tendean, RT 02 No 9, Kelurahan Bontang Baru
Kecamatan Bontang, Kota Bontang, Kaltim - 75311

5 Tahun Lagi Bontang Krisis Air, Alternatif Tercepat Waduk Marang Kayu

Bontang - Asriani
20 Maret 2021
 
5 Tahun Lagi Bontang Krisis Air, Alternatif Tercepat Waduk Marang Kayu Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam

KLIKKALTIM.COM - Dari penelitian Lembaga Afiliasi Penelitian dan Industri - Institut Teknologi Bandung (LAPI- ITB) tahun 2006, bahwa 20 tahun ke depan Bontang diprediksi mengalami krisis air.

Apabila perhitungan sejak 2006, maka Bontang bakal kekurangan air pada tahun 2026 mendatang. Artinya 5 tahun lagi krisis bakal terjadi.

Hal itu menjadi perhatian dari Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam. Alhasil, dewan berinisiatif lakukan kunjungan langsung dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Kaltim.

Pasalnya, ia juga mendapat keluhan dari masyarakat terkait kebutuhan air bersih.

Untuk mempersiapkan dari krisis air, solusi tercepatnya dengan memanfaatkan waduk  Marang Kayu, Kutai Kartanegara (Kukar) yang siap untuk dijadikan cadangan air bersih.

"Saya lihat yang lebih cepat progresnya waduk marang kayu," ucap politisi Golkar itu.

Karena perencanaan dan Detail Engineering Design (DED) waduk Marang Kayu sudah berjalan.

"Waduk Marang Kayu ini kan sudah wilayahnya balai pemerintah pusat dan masuk rencana proyeksi nasional," tuturnya kepada media ini.

Besar kemungkinan waduk Marang Kayu, mulai digenangi air bulan Oktober 2021 mendatang.

Ia mengatakan, dari penjelasan Kepala Dinas PUPR  Provinsi, saat waduk telah digenangi air, tinggal pemasangan pipa Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) untuk dialiri ke Bontang.

"Tapi perlu sekitar 3 sampai 4 tahun, namun sudah jadi solusi kekhwatiran dari peneliti bahwa 5 tahun lagi air bawah tanah habis," ungkapnya lagi.

Sementara, untuk bendungan Suka Rahmat, Kecematan Teluk Pandan dan galian eks tambang Indominco Mandiri (IMM) butuh kajian terlebih dahulu.

Pun banyak jalur yang dilewati, sehingga butuh waktu dalam mengurus perizinan.

"Butuh proses yang panjang," ucapnya.

Namun, bendungan Suka Rahmat dan galian eks Tambang tetap dijadikan cadangan air bersih untuk Bontang ke depannya.






TINGGALKAN KOMENTAR