Yusuf Tolak Wakar dan Perawat Kebun Sekolah Masuk Kelompok Penerima Insentif Pendidikan
Anggota Komisi A DPRD Bontang Muhammad Yusuf
BONTANG - Anggota Komisi A DPRD Bontang Muhammad Yusuf menolak pemberian insentif bagi tenaga wakar atau penjaga sekolah di dalam Raperda Pemberian Insentif Pendidik dan Tenaga Kependidikan.
Menurut politisi Partai Kebangkitan Bangsa ini mereka yang bekerja sebagai penjaga maupun tenaga bersih-bersih bukan termasuk kelompok dari sasaran aturan ini. Sehingga, apabila tetap dialokasikan belanja daerah yang idealnya bisa dimaksimalkan untuk dunia pendidikan namun tak tepat sasaran.
Yusuf—panggilan akrabnya— mengatakan, sebaiknya kelompok penerima insentif ini dikategorikan hanya dalam lingkup dunia pendidikan saja. Agar penerima manfaat dari daerah bisa meninkatkan kualitas dari pendidikan.
“Bukan berarti kita mengecilkan terkait dengan penjaga," kata Yusuf.
Ia menuturkan, insentif yang diberikan nantinya memiliki nominal yang sama, sementara lingkup penerima mulai dari PAUD hingga SMP.
Menurut Yusuf, tugas tenaga pengamanan sekolah juga tidak sebesar tenaga pendidik maupun tenaga administrasi. Sehingga, perlu pemikiran mendalam dan dikaji benar-benar dengan pemberian ini difokuskan kepada guru dan tenaga administrasi.
“Besaran beban kerja kan berbeda, insentifnya pasti sama besarannya. Ini berlaku mulai PAUD sampai SMP," tegasnya.
Menyikapi hal itu, Kabid Pembina Ketenagaan Guru dan Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang, Ishak Karangan, menaparkan bahwa, tenaga penjaga sekolah, penjaga kebun maupun petugas kebersihan sebelumnya pernah menerima insentif. Namun, bantuan tersebut terakhir diberikan pada 2023.
Kata dia, penerima insentif saat ini hanya kepala sekolah, guru dan tenaga administrasi. Sementara di sekolah negeri, penerima insentif bahkan hanya guru.
“Untuk tenaga penjaga satuan pendidikan seperti penjaga sekolah, penjaga kebun dan cleaning service sudah tidak menerima lagi insentif pada 2024. Sebelumnya mereka masih mendapatkan,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah (P2EPD), Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Baperida) Bontang, Syarifuddin menyenut, jumlah penerima insentif yang dibiayai APBD Kota Bontang untuk jenjang SD hingga SMP mencapai 832 orang. Sedangkan penerima pada jenjang PAUD sebanyak 628 orang.
"Selain itu, ada 2.198 tenaga pendidik yang menerima insentif melalui APBD Provinsi Kalimantan Timur," tambahnya.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: