•   16 July 2026 -

PT. Borneo Grafika Pariwara

Jl. Kapt Pierre Tendean, RT 02 No 9, Kelurahan Bontang Baru
Kecamatan Bontang, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Pertama di Bontang, DPRD Gagas Program Kerja ke Jepang bagi Welder dan Scaffolding

Advertorial - Asriani
16 Juli 2026
 
Pertama di Bontang, DPRD Gagas Program Kerja ke Jepang bagi Welder dan Scaffolding Anggota Komisi A DPRD Bontang, Muhammad Irfan saat melakukan sosialisasi program kerja ke Jepang.

BONTANG - Anggota Komisi A DPRD Kota Bontang, Muhammad Irfan menggagas skema baru penempatan tenaga kerja ke Jepang yang diklaim menjadi yang pertama diterapkan di Indonesia. 

Program ini tidak hanya membuka jalur pemagangan, tetapi juga memberi peluang bagi tenaga kerja yang telah memiliki keahlian untuk diberangkatkan sebagai tenaga ahli.

Irfan menjelaskan, terdapat dua skema yang disiapkan. Peserta yang telah memiliki sertifikat kompetensi, khususnya di bidang welder dan scaffolding, akan diberangkatkan melalui jalur tenaga ahli. Sementara peserta yang belum memiliki keahlian akan mengikuti program pemagangan terlebih dahulu.

“Jadi bukan saja magang, tapi juga yang punya keahlian. Ada dua jenis program kerja. Yang sudah punya sertifikat masuk sebagai tenaga ahli, sedangkan yang belum akan dimagangkan,” ujarnya.

Menurut Irfan, kebutuhan terbesar perusahaan di Negeri Sakura saat ini berasal dari tenaga ahli welder dan scaffolding. Karena itu, peserta yang telah memiliki kompetensi hanya akan menjalani pembekalan bahasa dan budaya Jepang selama sekitar tiga hingga empat bulan sebelum diberangkatkan.

Seluruh peserta nantinya akan ditempatkan di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang telah bekerja sama dengan pihak Jepang. LPK tersebut akan memberikan pelatihan bahasa dan budaya, memfasilitasi sertifikasi, serta menyiapkan seluruh proses administrasi hingga keberangkatan peserta.

“Kalau sudah punya keahlian, kita didik bahasa dan budayanya. Kemudian ada sertifikasi, karena sertifikasi di Jepang didasari sertifikasi yang dimiliki di Indonesia sebagai bukti bahwa orang yang kita kirim memang sudah tenaga ahli,” terangnya.

Ia mengklaim, formulasi ini menjadi terobosan baru yang belum pernah diterapkan di daerah lain di Indonesia.

“Bukan saja di Kalimantan Timur, ini yang pertama kita adakan di Indonesia. Khususnya di Bontang, saya mencoba memformulasikan skema ini,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelatihan, Produktivitas, dan Penempatan Tenaga Kerja Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Bontang, Takdir Mannang, menyebut program kerja ke Jepang mendapat respons yang jauh lebih besar dibanding sebelumnya. Jika pada tahun-tahun lalu Disnaker hanya mampu memberangkatkan dua peserta, kini peluang yang terbuka meningkat signifikan.

Takdir menilai, pengalaman Muhammad Irfan yang pernah mengikuti program pemagangan di Jepang menjadi salah satu faktor yang membuka peluang lebih luas bagi tenaga kerja asal Bontang.

“Harapan kami, semua adik-adik bisa mengikuti jejak beliau karena kami anggap sukses menjalani kegiatan pemagangan di Jepang. Ini juga menjadi pertama kalinya Bontang mendapat peluang sebesar ini,” tutupnya.






TINGGALKAN KOMENTAR