Pengembangan Kawasan Industri Bontang Lestari Harus Selaras dengan Kelestarian Lingkungan
Anggota DPRD Bontang Rustam/Dok
BONTANG —Rencana pemerintah untuk menjadikan Bontang Lestari sebagai kawasan industri menimbulkan berbagai reaksi, khususnya terkait dampak terhadap lingkungan dan keanekaragaman hayati yang ada di kawasan tersebut.
Apalagi, Bontang Lestari yang sebagian besar masih berupa hutan lindung, meski memiliki potensi ekonomi yang besar, namun pengembangannya harus dilakukan dengan pendekatan yang hati-hati agar tidak merusak keseimbangan alam.
Anggota DPRD Bontang, Rustam, menegaskan bahwa pengembangan kawasan ini harus melibatkan investor yang tidak hanya mencari keuntungan, tetapi juga berkomitmen pada praktik ramah lingkungan dan tanggung jawab sosial.
"Keterlibatan investor yang sadar akan tanggung jawab sosial dan lingkungan sangat penting untuk menjaga keseimbangan antara industri dan pelestarian alam," ujar Rustam saat diwawancarai di Gedung Sekretariat DPRD Bontang, Selasa (03/09/2024).
Menurut Rustam, Bontang Lestari memang menawarkan potensi besar bagi pengembangan industri, tetapi keberhasilan kawasan ini tidak bisa diukur hanya dari sisi ekonomi.
Lingkungan harus tetap dijaga, terutama karena hutan lindung yang ada di kawasan tersebut merupakan aset berharga bagi keberlanjutan ekosistem.
"Jangan sampai keanekaragaman hayati yang ada di sana dikorbankan demi pembangunan industri," tegasnya.
Rustam juga menyoroti pentingnya perencanaan dan pelaksanaan proyek yang matang, dengan mempertimbangkan semua aspek, termasuk dampak lingkungan.
"Proses perencanaan yang baik akan menentukan kesuksesan pengembangan kawasan ini. Jika dilakukan tanpa memperhatikan lingkungan, dampaknya bisa sangat merugikan, baik bagi masyarakat sekitar maupun ekosistem secara keseluruhan," tambahnya.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: