Keran Bantuan Keuangan Pemprov Kaltim Dibuka Lagi; Bontang Ajukan Proposal Rp 202 Miliar
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni. (Dok)
BONTANG - Pemprov Kalimantan Timur membuka kembali keran Bantuan Keuangan (Bankeu) untuk daerah. Menindaklanjuti itu, Pemkot Bontang langsung mengajukan proposal Rp 202 miliar untuk pembangunan proyek.
Hal ini disampaikan Wali Kota Bontang Neni Moernaeni. Kata dia, Pemkot Bontang sudah mengajukan proposal untuk dukungan anggaran pembangunan ke Pemprov Kaltim.
Pemkot bergerak cepat memanfaatkan kesempatan ini, sebab sebelumnya kanal Sistem Informasi Pemerintahan Daerah untuk Bankeu ditutup.
“Sudah di buka lagi. Sekarang kami usulkan cepat biar bisa diakomodir," kata Neni.
Lebih lanjut, Pemkot Bontang sangat bergantung pada Bankeu untuk, menambah pendapatan APBD 2027 yang dinilai hanya berkisar pada Rp1,7 triliun.
Dengan begitu, Pemkot Bontang tidak perlu melakukan pengurangan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) karena berkat Bankeu nanti alokasi tidak melebihi 30 persen.
Neni menjelaskan, usulan anggaran Bankeu itu akan difokuskan pada lima program prioritas daerah. Dua di antaranya penanganan banjir dan penurunan angka stunting.
Untuk penanganan banjir, usulan diarahkan pada pembangunan infrastruktur yang menjadi kewenangan provinsi namun berada di wilayah Bontang.
Di antaranya pembangunan drainase, tanggul, hingga normalisasi sungai.
Selain itu, sebagian anggaran juga diusulkan untuk mendukung program penanganan stunting dan pembangunan strategis lainnya di Kota Bontang.
“Semoga seluruh usulan ini bisa diakomodasi agar pembangunan di Bontang tetap berjalan optimal,” pungkasnya.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: