Pemkot Bontang Masih Putar Otak Tutup Defisit Rp100 Miliar di APBD 2026
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni.
BONTANG – Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemkot Bontang masih belum menuntaskan pencoretan program untuk menutup defisit anggaran pada APBD 2026. Hingga kini, efisiensi yang berhasil dilakukan baru mencapai sekitar Rp50 miliar, sementara masih tersisa kekurangan sekitar Rp100 miliar.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, mengatakan proses penyesuaian anggaran masih terus berjalan. Ia bersama jajaran masih mencermati satu per satu program yang berpotensi dikurangi atau ditunda.
“Masih ada lebih dari Rp100 miliar yang belum tertutupi. Kami masih merapatkan untuk memenuhi target penyesuaian,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).
Neni mengakui, opsi pencoretan program masih terbuka, termasuk di sektor infrastruktur. Namun, ia menegaskan bahwa belanja pegawai sejauh ini belum menjadi sasaran pengurangan.
“Saat ini sudah ada lebih dari lima kegiatan yang ditunda, seperti proyek multiyears Waduk Kanaan, pembelian mess di Jakarta, ACP Kantor Wali Kota, pembangunan mini soccer, serta kegiatan perjalanan dinas,” terangnya.
Meski demikian, Pemkot memastikan sektor pelayanan dasar seperti kesehatan dan pendidikan tetap menjadi prioritas dan tidak akan terdampak kebijakan efisiensi.
“Kami masih berharap ada tambahan sumber pembiayaan dari sisa hasil lelang maupun dana kurang salur yang belum ditransfer pemerintah pusat,” pungkasnya. (*)
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: