Dewan Sesalkan Kajian Pencemaran Lingkungan Baru Disusun Setelah Perusahaan Bertahun-tahun Beroperasi
Sekretaris Komisi C DPRD Kota Bontang, Joni Alla Padang.
BONTANG - Sekretaris Komisi C DPRD Bontang, Joni Alla Padang menyayangkan lambannya penyusunan dokumen studi dispersi oleh perusahaan. Studi dispersi merupakan metode untuk mengkaji bagaiaman polutan menyebar di sebuah lingkungan.
Pasalnya, perusahaan telah beroperasi selama bertahun-tahun, namun dokumen yang dinilai penting untuk memetakan potensi dampak kepada masyarakat sekitar dalam Raperda Penyelenggaraan Bencana Industri itu baru mulai dipersiapkan.
Menurutnya, dokumen dispersi seharusnya sudah menjadi bagian dari kajian sejak awal operasional perusahaan, mengingat dokumen itu berfungsi memetakan sebaran potensi dampak apabila terjadi insiden di area perusahaan.
"Ada dokumen studi dispersi yang lagi dipersiapkan, cuma sangat disayangkan terlalu lambat menurut saya. Sudah sekian tahun beroperasi perusahaannya, baru kepikiran ke sananya harusnya jauh-jauh hari," ujarnya.
Pun JAP, sapaannya, menanyakan kepastian waktu penyelesaian dokumen tersebut. Menurutnya, hasil dokumen dispersi sangat dibutuhkan sebagai dasar penyusunan regulasi untuk perlindungan kepada masyarakat yang berada di sekitar kawasan industri.
"Kami mengharapkan peta ini, kemudian Raperda yang kami susun ini benar-benar bisa melindungi masyarakat," tegasnya.
Merespon hal itu, HSE Superintendent KPI, Amrih menuturkan, penyusunan dokumen dispersi target dirampungkan dalam waktu satu tahun. Proses dijadwalkan berlangsung mulai tahun ini hingga 2027, karena tidak hanya mencakup kajian teknis, tapi juga tahapan administrasi.
Ia bilang, penyusunan dokumen diawali dengan proses pengadaan dan seleksi konsultan yang memiliki kompetensi di bidang tersebut. Selain itu, tahapan administrasi, termasuk proses pengadaan jasa dan penyusunan anggaran yang harus dipenuhi sebelum kajian diselesaikan.
"Secara timeline kami agendakan ada 1 tahun, dari tahun ini sampai dengan tahun 2027 itu include sama proses administrasi," terangnya.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: