Bimtek Kesehatan Mental, Disdikbud Arahkan Guru Tinggalkan Pola Mengajar Lama
Sekretaris Disdikbud Bontang, Saparudin.
BONTANG- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang, pekan ini gelar bimtek kesehatan mental untuk mendorong guru mengajar lebih humanis dan mampu mengelola emosi di kelas.
Sekretaris Disdikbud Bontang, Saparudin menuturkan, bimtek ini bukan untuk menilai kondisi psikologis guru, melainkan membekali mereka dengan kemampuan mengelola emosi dan membangun interaksi yang sehat di ruang kelas.
"Kesehatan mental di sini bukan berarti guru tidak sehat, tetapi bagaimana cara mengajar, mengendalikan emosi, dan meredam tekanan saat menghadapi siswa," ungkapnya kepada media ini.
Menurutnya, inti dari bimtek tersebut terletak pada penguatan karakter guru dalam proses pembelajaran. Guru didorong mengedepankan pendekatan yang memanusiakan siswa, bukan sekadar menyampaikan materi pelajaran.
Sebab, sejauh ini masih terdapat pola pengajaran yang belum sepenuhnya memahami kondisi dan karakter anak. Karena itu, melalui bimtek, guru diarahkan untuk mengenali kebutuhan siswa sebelum menentukan metode pembelajaran.
"Artinya memahami dulu anaknya, makanya kita sudah tekankan juga selaku ketua PGRI juga menekankan bahwa mengajar itu dengan hati," tegasnya.
Saparudin juga tekankan, pentingnya meninggalkan pendekatan berbasis kekerasan, baik secara verbal maupun tindakan.
Dengan harapan, melalui bimtek yang digelar Disdikbud ini, guru mampu menciptakan suasana belajar yang lebih aman, nyaman, serta mendukung perkembangan karakter siswa secara menyeluruh.
"Hilangkan budaya yang seperti sebelumnya, pendekatannya tidak lagi kekerasan intinya seperti itu," tutup Saparudin.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: