•   27 August 2026 -

PT. Borneo Pariwara Mandiri

Jl. Mulawarman, Gang Arumbia 1, Kelurahan Bontang Baru,
Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Terakhir Terlihat Bersama Pria, Perempuan Ditemukan Meninggal di Indekos Sangatta

Kutai Timur - Redaksi
27 Agustus 2026
 
Terakhir Terlihat Bersama Pria, Perempuan Ditemukan Meninggal di Indekos Sangatta Evakuasi perempuan berinisial DA (18) yang ditemukan meninggal dunia di sebuah kamar kos di Kutai Timur. (istimewa)

KUTAI TIMUR – Seorang perempuan berinisial DA ditemukan meninggal dunia di sebuah kamar indekos di Jalan Yos Sudarso I, RT 47, Sangatta Utara, Kutai Timur (Kutim), Rabu (26/8/2026).

Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban dan menunggu hasil pemeriksaan medis.

DA diketahui merupakan perempuan kelahiran Sangkulirang, 13 Desember 2004. Korban tercatat berdomisili di Teluk Lombok, Desa Sangkima, Kecamatan Sangatta Selatan.

Kapolsek Sangatta Utara AKP Bambang Eko mengatakan pihaknya masih mengumpulkan keterangan saksi serta memeriksa berbagai fakta yang ditemukan di lokasi.

“Kami masih mendalami seluruh keterangan dan fakta yang ditemukan di TKP. Untuk penyebab pasti kematian, kami menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari pihak medis,” ujarnya.

Penemuan korban bermula ketika pemilik indekos, Suyono, mendapat informasi dari penghuni mengenai adanya bercak darah yang keluar dari celah bawah pintu salah satu kamar.

Suyono kemudian mencoba membuka kamar menggunakan kunci cadangan. Namun, pintu tidak dapat dibuka. Dari dalam kamar, ia juga mencium aroma tidak sedap dan melihat darah keluar dari bagian bawah pintu.

Kondisi tersebut kemudian dilaporkan kepada Ketua RT setempat, Rasyid. Laporan selanjutnya diteruskan kepada polisi oleh Deko Hariyadi, menantu pemilik indekos, sekitar pukul 17.27 WITA.

Personel Polsek Sangatta Utara langsung mendatangi lokasi dan memasang garis polisi untuk mengamankan TKP. Sejumlah saksi juga dimintai keterangan.

Berdasarkan pemeriksaan awal, korban ditemukan di bagian depan pintu kamar dalam kondisi tergantung menggunakan kain panjang berwarna hitam yang terikat pada bagian leher dan dikaitkan pada pintu kamar.

Meski demikian, polisi belum menyimpulkan penyebab kematian korban.

“Untuk memastikan penyebab dan kondisi korban, kami berkoordinasi dengan piket Polres Kutai Timur serta Tim Inafis untuk melakukan penanganan dan pemeriksaan lebih lanjut,” kata Bambang.

Tim Inafis Polres Kutai Timur memperkirakan korban telah meninggal dunia sekitar tiga hingga empat hari sebelum ditemukan. Jenazah kemudian dibawa ke RSUD Kudungga untuk pemeriksaan medis lebih lanjut.

Penyidik juga menggali informasi mengenai aktivitas korban sebelum ditemukan meninggal.

Berdasarkan keterangan pemilik indekos, korban terakhir terlihat pada 15 Agustus 2026 bersama seorang laki-laki. Keduanya sempat ditegur oleh ibu pemilik indekos sebelum pria tersebut meninggalkan lokasi.

Korban juga diketahui menyewa kamar tanpa menyerahkan identitas diri kepada pemilik indekos. Berdasarkan keterangan sementara, DA diperkirakan telah menempati kamar tersebut selama sekitar dua pekan. (*)

Sumber: Radarkaltim.co






TINGGALKAN KOMENTAR