•   08 June 2026 -

PT. Borneo Grafika Pariwara

Jl. Kapt Pierre Tendean, RT 02 No 9, Kelurahan Bontang Baru
Kecamatan Bontang, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Jasad Diduga Pemilik Surat Permintaan Maaf di Jembatan Mahakam Ditemukan

Samarinda - Redaksi
07 Juni 2026
 
Jasad Diduga Pemilik Surat Permintaan Maaf di Jembatan Mahakam Ditemukan Tim sar mengevakuasi jasad yang ditemukan mengambang di perairan Pelelangan dan Navigasi Selili, Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (7/6/2026). (ist)

SAMARINDA - Tim gabungan menemukan sesosok jasad pria di perairan  Pelelangan dan Navigasi Selili, Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (7/6/2026).

Jasad tersebut diduga kuat merupakan pria yang sebelumnya meninggalkan surat dan sejumlah barang pribadi di Jembatan Mahakam I sebelum diduga melompat ke Sungai Mahakam pada Jumat (5/6/2026) lalu.

Saat ini petugas masih melakukan proses evakuasi dan identifikasi untuk memastikan identitas korban secara resmi.

Kasus ini bermula ketika warga menemukan tas, jaket, sandal, telepon genggam, serta surat yang ditinggalkan di kawasan Jembatan Mahakam I. Penemuan itu langsung dilaporkan kepada aparat kepolisian karena menimbulkan dugaan adanya seseorang yang sengaja mengakhiri hidupnya dengan melompat ke Sungai Mahakam.

Mendapat laporan tersebut, personel Polresta Samarinda segera mendatangi lokasi untuk melakukan penyelidikan.

Panit Patroli Samapta Polresta Samarinda, Aiptu Joko Wahyudi, mengatakan pihaknya menerima laporan masyarakat pada Jumat pagi terkait dugaan seseorang yang jatuh atau melompat dari Jembatan Mahakam I.

“Pagi tadi kami menerima laporan dari masyarakat. Diperkirakan ada seseorang yang melompat ke Sungai Mahakam dari Jembatan Mahakam I,” ujarnya kala itu.

Surat yang ditemukan di lokasi turut menjadi perhatian publik. Dalam tulisan tersebut, penulis menyampaikan permohonan maaf dan meninggalkan pesan untuk keluarganya.

Temuan surat itu memperkuat dugaan bahwa pemilik barang yang ditemukan di jembatan merupakan orang yang sama dengan jasad yang ditemukan di perairan Selili. Meski demikian, kepastian identitas korban masih menunggu hasil pemeriksaan dan identifikasi resmi dari pihak berwenang. (sumber: Radarkaltim.co)






TINGGALKAN KOMENTAR