•   30 June 2026 -

PT. Borneo Grafika Pariwara

Jl. Kapt Pierre Tendean, RT 02 No 9, Kelurahan Bontang Baru
Kecamatan Bontang, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Usai Disambangi Massa di Rumahnya; Sudarno Tolak Minta Maaf di Media Persilahkan Tempuh Jalur Hukum

Kaltim - Redaksi
30 Juni 2026
 
Usai Disambangi Massa di Rumahnya; Sudarno Tolak Minta Maaf di Media Persilahkan Tempuh Jalur Hukum Sudarno saat diwawancarai awak media di kediamannya.

KLIKKALTIM– Anggota Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Kaltim Sudarno menolak memenuhi tuntutan Aliansi Perjuangan Masyarakat Kalimantan Timur (APMK) untuk meminta maaf secara terbuka atas unggahan yang dinilai menyinggung organisasi tersebut. 

Ia bahkan mempersilakan persoalan itu dibawa ke ranah hukum apabila pihak yang keberatan merasa dirugikan.

Penegasan itu disampaikan Sudarno usai menerima kedatangan puluhan anggota APMK di kediamannya, Senin (29/6/2026).

Menurutnya, pertemuan tersebut merupakan ruang klarifikasi sekaligus silaturahmi terkait unggahan di media sosial yang belakangan memicu polemik.

"Saya sudah menjelaskan semuanya. Kalau mereka masih merasa dirugikan dan tidak menerima penjelasan saya, silakan tempuh jalur hukum. Itu hak mereka," kata Sudarno kepada wartawan.

Meski mengaku meminta maaf apabila terjadi kesalahpahaman, Sudarno menegaskan dirinya tidak akan meminta maaf atas konten yang dibuat karena menganggapnya sebagai bentuk kebebasan berekspresi.

"Kalau mereka salah paham, saya sudah menyampaikan permintaan maaf atas kesalahpahaman itu. Tapi kalau diminta meminta maaf atas kreativitas saya, tidak. Saya sebagai warga negara bebas berpikir dan berkreativitas," ujarnya.

Ia juga menolak permintaan APMK untuk membuat video permintaan maaf maupun klarifikasi yang akan dipublikasikan melalui media sosial.

Polemik tersebut berawal dari unggahan Sudarno di akun Instagram pribadinya, @sudarno, pada 28 Mei 2026. 

Dalam unggahan itu terdapat caption berbunyi, “Menggonggong pakai data, jangan asal nyeplak," yang disertai potongan video berisi pernyataan salah seorang perwakilan APMK yang menyebut gubernur "gila" serta mengucapkan doa agar gubernur beserta keluarga dan keturunannya dilaknat.

APMK menilai penggunaan kata "menggonggong" dalam unggahan itu ditujukan kepada organisasi mereka sehingga dianggap menghina dan melukai perasaan anggota. 

Atas dasar itu, mereka mendatangi rumah Sudarno untuk meminta klarifikasi sekaligus mendesaknya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.

Menanggapi tudingan lain yang berkembang, Sudarno juga membantah pernah menyebut APMK sebagai "kebun binatang". 

Menurutnya, kalimat tersebut bukan berasal dari ucapannya, melainkan bagian dari unsur audio atau *backsound* dalam video yang diunggah.

"Dari mulut saya tidak pernah mengatakan mereka kebun binatang. Itu bagian dari backsound dalam video. Saya tidak pernah mengucapkan itu," tegasnya.

Dalam pertemuan tersebut, Sudarno mengaku sempat menyoroti isu putra daerah yang disampaikan salah satu anggota APMK. 

Ia menegaskan pembangunan Kalimantan Timur tidak boleh dibatasi oleh latar belakang suku, agama maupun asal-usul seseorang.

"Kalau bicara membangun Kaltim, semua punya hak yang sama. Mau suku apa pun, agama apa pun, ras apa pun, semuanya punya kesempatan yang sama," katanya.

Sudarno juga mengaku mempertanyakan pernyataan salah seorang anggota APMK yang sebelumnya mengutuk gubernur beserta keluarganya. 

Namun menurutnya, pertanyaan itu tidak mendapat jawaban selama pertemuan berlangsung.

Meski didatangi puluhan orang, Sudarno memastikan situasi berlangsung kondusif. 

Bahkan, ia memilih menerima rombongan tersebut di rumahnya meski sempat disarankan Ketua RT untuk meninggalkan lokasi.

"Mereka datang baik-baik, saya terima baik-baik. Saya juga pernah menjadi pendemo, jadi saya paham. Selama tidak ada niat buruk, saya tidak ada masalah," ujarnya.

Ia berharap polemik tersebut tidak terus berlarut. Namun apabila masih ada pihak yang merasa keberatan, Sudarno menegaskan penyelesaiannya sebaiknya ditempuh melalui mekanisme hukum yang berlaku.






TINGGALKAN KOMENTAR