Tak Kunjung Diperbaiki; Warga Surati Gubernur Kaltim Tuntut Segera Benahi Jembatan Mahulu
Jembatan Mahakam Hulu di Samarinda
KLIKKALTIM -Warga melayangkan surat terbuka kepada Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud sebagai bentuk protes atas kondisi Jembatan Mahakam Hulu (Mahulu) yang dinilai tak kunjung mendapat penanganan serius.
Mereka mendesak pemerintah segera melakukan perbaikan menyeluruh karena kerusakan jembatan dinilai membahayakan pengguna jalan.
Ketua FKPM Loa Buah, Sabil Husein, mengatakan berbagai kerusakan di Jembatan Mahulu sudah berulang kali dilaporkan kepada pemerintah. Namun hingga kini, menurutnya, belum ada langkah perbaikan yang mampu menyelesaikan persoalan secara permanen.
"Hasil perbaikannya hanya bertahan sekitar 15 hari, bahkan terkadang kurang. Setelah itu kembali rusak dan kondisi seperti ini terus berulang selama beberapa bulan terakhir," kata Sabil kepada wartawan.
Ia menjelaskan, kerusakan bukan hanya terjadi pada permukaan jalan. Warga juga menyoroti minimnya rambu lalu lintas, tidak adanya kamera pengawas (CCTV), penerangan jalan yang kurang memadai, hingga median jalan yang rusak.
Menurutnya, kondisi paling membahayakan berada di bagian expansion joint atau sambungan jembatan yang kerap berlubang dan menjadi penyebab kecelakaan.
"Akibatnya sudah banyak korban, mulai dari tabrakan beruntun hingga pengendara roda dua yang terjatuh dan mengalami kerugian," ujarnya.
Sabil mengaku relawan FKPM Loa Buah telah beberapa kali membantu proses evakuasi korban kecelakaan di lokasi tersebut. Bahkan, pihaknya juga pernah menangani sejumlah percobaan bunuh diri di atas Jembatan Mahulu.
Ia menilai kondisi jembatan yang minim penerangan turut menjadi salah satu faktor yang memperburuk situasi.
"Dulu sempat ada lampu yang menyala beberapa bulan, tetapi kemudian mati lagi," katanya.
Karena itu, melalui surat terbuka yang dikirim kepada Gubernur Rudy Mas'ud, warga berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret agar persoalan tersebut tidak terus berulang.
"Padahal jembatan ini merupakan fasilitas publik yang sangat vital. Masyarakat menggunakannya setiap hari untuk bekerja, bersekolah, beribadah, hingga menjalankan aktivitas ekonomi," demikian Sabil.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: