Liputan Khusus HIV
Sesal Romeo Usai Positif HIV; Senyap Melawan, Bangkit Perlahan
Ilustrasi AI
Penyesalan Romeo-bukan nama sebenarnya- setelah positif HIV terekam di wajahnya. Dengan kondisi terbatas finansial kini ia terseok-seok memenuhi kebutuhan hidupnya. Bagaimana Romeo bisa tertular HIV dan bagaiamana upayanya bertahan, simak kutipan wawancaranya :
- Awal mengetahui mengidap virus HIV?
Jawaban: berawal informasi dari teman agar melakukan tes di Fasilitas Kesehatan (Faskes) di Samarinda. Namun dari pihak Faskes Samarinda meminta untuk melakukan tes di Puskesmas Bontang. Hasilnya saya dinyatakan positif atau reaktif HIV pada 2022 lalu
- Siapa yang mengetahui pertama kali Anda mengidap virus HIV?
Jawaban: Teman dan pasangan seksual saya.
- Apakah pasangan seksual Anda juga mengidap virus HIV?
Jawaban: Ya. Pasangan saya juga positif HIV. Setelah melakukan tes di Faskes.
- Setelah Anda dinyatakan positif HIV, apakah Faskes memberikan obat atau perawatan lainnya?
Jawaban: Saya diberikan obat ARV oleh Faskes, dengan ketentuan meminum obat secara disiplin terhadap waktu. Semisal, hari ini saya meminum obat pada pukul 10.00 Wita, maka keesokan harinya saya harus meminum obat kembali dengan waktu yang sama. Selain itu, saya juga rutin meminum obat tekanan atau dopamine dalam sehari dua kali.
- Apakah setelah dinyatakan positif HIV, berdampak terhadap kondisi fisik Anda?
Jawaban : Pada 2022 lalu saya sering sesak napas, mudah mengantuk padahal tidur saya normal, dan sering mudah kelelahan. Namun, kini sudah tak pernah lagi. Tubuh normal seperti biasa dengan rutin mengonsumsi ARV.
- Bagaiamana anda menjalani terapi ARV saat itu?
Jawaban: Tidak serius sebab meminum obatnya harus disiplin terhadap waktu. Cara itu membuat saya bosan dan capek untuk mengonsumsi obat yang diberikan.
- Berapa lama rentang waktu Anda tidak mengonsumsi obat tersebut dan dampaknya terhadap kesehatan Anda apakah berpengaruh?
Jawaban: Saya tidak mengonsumsi obat hampir berjalan satu tahun. Akibatnya saya mengidap penyakit baru, yakni Tuberkulosis atau TBC.
- Setelah Anda dinyatakan terpapar virus TBC, Anda dirawat selama berapa lama di Faskes?
Jawaban : Saya di rawat di ruang isolasi RSUD Taman Husada Bontang selama 3 bulan. Akibatnya berat badan saya turun dari 80 kilogram turun menjadi 48 kilogram. Saya makan melalui selang
8. Kini Anda apakah atau sudah dinyatakan sembuh dari TBC oleh Faskes ?
Jawaban : Ya, saya sudah dinyatakan sembuh setelah menjalani isolasi di RSUD selama 3 bulan.
- Siapa yang mendukung Anda, hingga kini masih bertahan, sejak dinyatakan positif HIV sejak 2022 lalu?
Jawaban : Diri sendiri yang mendukung saya bisa bertahan hidup sampai sekarang. Rerata keluarga menjauh dari saya karena takut tertular HIV.
- Bagaimana dengan sekarang ? Apakah saat ini ada mengonsumsi ARV rutin ?
Jawaban : Iya, sudah sejak 2023 rutin setiap hari, makanya sekarang sudah normal kembali tak sakit-sakitan seperti dulu.
11. Apakah Anda bekerja atau usaha untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari ?
Jawaban : Saya usaha dengan berjualan buah segar di pinggir jalan dengan pendapatan tak menentu. Dan saya juga telah mengajukan modal usaha di adalah instansi pengumpul zakat. Namun hingga kini masih menunggu proses pencairan.
12. Apakah Anda tergabung bersama pengidap HIV lainnya di Bontang?
Jawaban : Ya, saya tergabung satu grup WhatsApp dengan pengidap HIV lainnya.
- Apakah anda masih berhubungan/kontak dengan pasangan anda sejak divonis HIV ?
Jawaban : Tidak lagi, sejak saya tahu positif HIV saat itu juga saya memutuskan hubungan asmara. Saya menyesal sekarang. Sekarang hubungan saya hanya teman biasa. Meskipun setiap kali saya berkunjung ke kota Samarinda saya masih sering bertemu sebagai teman
14. Sejak umur berapa Anda punya ketertarikan dengan sesama jenis dan melakukan hubungan intim dengan sesama jenis ?
Jawaban : saya punya ketertarikan dan pertama kali berhubungan intim dengan pasangan saya sejak lulus SMA.
15. Bagaimana cara Anda pertama kali bertemu dan berkenalan dengan pasangan sesama jenis ?
Jawaban : Awal pertama kali itu saya diundang masuk dalam grup Line dan WhatsApp. Saya tidak mengetahui siapa yang undang saya. Dari grup itu saya berkenalan dengan pasangan sesama jenis yang berdomisili di Kota Samarinda.
16. Apakah anda sudah menjalani tes Viral Load ? bagaiamana hasilnya ?
Jawaban : Iya sudah, hasilnya status VL tersupresi-virus sedikit di dalam tubuh- atau harapan hidupnya lebih baik
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: