Putra Daerah Anggana, Spesialis Pembuat Kapal Pesiar

Kaltim - Redaksi Klik Kaltim
20 September 2020
Putra Daerah Anggana, Spesialis Pembuat Kapal Pesiar Di tengah pandemi, usaha pembuatan kapal warga Anggana, Kukar ini masih bertahan dan membantu perekonomian di sekitarnya.

KLIKKALTIM.COM - Ketika hampir semua sektor usaha tengah terpuruk akibat dampak pandemi covid-19, industri galangan kapal di wilayah Kutai Kartanegara (Kukar), tepatnya di Kecamatan Anggana, justru malah bertahan sampai sekarang. Bahkan saat ini industri galangan kapal PT Allvina Prima di Anggana yang dikelola putra daerah itu menerima pesanan khusus dari Negara Maldives untuk membuat kapal pesiar jenis Small Waterplane Area Twin Hull (SWATH).

Boleh dibilang, kapal pesiar jenis SWATH hanya diproduksi di Anggana ini merupakan satu-satunya di Asia Tenggara. Pembuatan kapal pesiar jenis SWATH ini melibatkan sekitar 150 orang tenaga kerja lokal. Kapal pesiar ini memiliki kapasitas 100 orang penumpang, dengan dimensi panjang 43 meter dan lebar 20 meter. Kapal ini terdiri 3 dek dan di dalamnya tersedia 53 kamar, dengan sejumlah fasilitas mewah lainnya, seperti jacuzzi tub, tempat sauna, bar, massage. Direktur Teknik PT Allvina Prima, HM Ridwan Ag Najjar mengatakan, kapal ini sejatinya akan dibuat di China, tetapi secara kualitas dan harga produk kapal bikinan PT Alvina Prima jauh lebih bersaing. Apalagi sebelumnya, 2 unit kapal produksi warga Anggana itu telah terjual dalam jenis berbeda ke Maldives.

Karena sudah teruji, Maldives kembali memesan kapal jenis SWATH ke Indonesia, tepatnya di salah satu kecamatan pesisir di Kukar. Biaya pembuatan kapal mewah ini berkisar Rp 17 miliar. Sedangkan harga kapal ini sendiri di Maldives berada di kisaran 5-7 juta USD atau setara Rp 60-80 miliar rupiah.

“Kapal (SWATH) ini kalau berjalan dengan cara berdiri layaknya manusia di atas air. Kedua kakinya menyentuh air, tetapi tubuhnya tidak terkena air. Para pekerja kapal ini semuanya warga lokal yang ada di Anggana," kata Ridwan ditemui di lokasi galangan kapal belum lama ini.

Kapal ini didukung mesin berkapasitas 600×2 HP, 3 unit mesin Genset 80 KVA. Dengan model twin hull, kapal ini secara teknis didesain stabil terhadap hambatan gelombang dan tidak terlalu goyang saat dihantam gelombang. Dapat melaju hingga kecepatan 15 knots per jam tanpa penumpang, atau 12 knot jika berpenumpang.
Desain kapal jenis ini lazimnya banyak ditemui di industri pariwisata Eropa.

“Dari sanalah kami terinspirasi untuk membuatnya di sini, sementara untuk dukungan teknik perkapalan, bangunan kapal ini sepenuhnya didukung oleh para ahli dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya,” tuturnya.

Kapal ini ditargetkan selesai pada akhir 2020 ini. Namun, salah satu kendala yang menjadi penghambat pengerjaannya, yakni untuk pengadaan bahan baku yang harus didatangkan dari luar.

Sementara itu, menurut Ridwan, bisnis galangan kapal ini masih sangat menjanjikan, di tengah lesunya perekonomian sejak pandemi covid 19. Bahkan saat bisnis batubara lesu hingga mandek, bisnis galangan kapal masih bertahan mengingat Indonesia dikenal sebagai negara maritim.

Ia mendorong Pemkab Kukar untuk membentuk Perusahan Daerah (Perusda) Perkapalan, dengan pola pembuatan berdasarkan pesanan. Ia yakin hal tersebut akan memberikan keuntungan sebagai sumber untuk menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Kutai Kartanegara secara khusus dan provinsi Kalimantan Timur secara umum di masa yang akan datang.

“Kami berharap Bupati Kukar, Gubernur Kaltim, Menteri Perindustrian dan Perdagangan, bahkan Presiden saat peluncuran kelak bisa hadir untuk menyaksikan dan mendukung kami dalam berkarya karena ini kebanggaan kita bersama sebagai anak bangsa,” ucap Ridwan.

Selain itu, ia berharap agar ke depan ada tempat pelatihan gratis yang disediakan di Kaltim oleh pemerintah, khususnya untuk teknik pembuatan perkapalan, seperti teknik las, mesin dan lain lain agar pengembangan sumber daya manusia (SDM) untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja. Sehingga setiap lulusan bisa langsung dipekerjakan pada perusahaan tersebut dan dapat mencapai target yang ditetapkan oleh perusahaan.

Sekadar diketahui, PT Allvina Prima merupakan sebuah perusahaan galangan kapal yang berangkat dari usaha tradisional puluhan tahun silam, kini telah bersaing dengan teknologi modern dan mampu merambah pasar kapal di kancah persaingan internasional. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR