•   05 May 2026 -

PT. Borneo Grafika Pariwara

Jl. Kapt Pierre Tendean, RT 02 No 9, Kelurahan Bontang Baru
Kecamatan Bontang, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Cerita Veby Afriawan, Petugas Penjaga Pintu Masuk Bontang

Kaltim -
13 April 2020
 
Cerita Veby Afriawan, Petugas Penjaga Pintu Masuk Bontang Menjaga perbatasan di tengah wabah corona, Veby Afriawan sadar dengan bahaya yang mengintainya.

KLIKKALTIM.COM - Detak jam menunjukan pukul 7 pagi. Suara kendaraan tak lagi terdengar seperti biasa, meski sudah hampir waktu kerja. Sejak sosial distancing diberlakukan sejak hampir dua bulan ini, pagi tak lagi terlalu ramai. 

Di tengah mewabahnya virus corona, masyarakat dianjurkan untuk berdiam diri di rumah agar virus tak menyebar. Namun tidak bagi pria yang berusia 34 tahun, Veby Afriawan.

Dia harus tiba setiap pukul 08.00 Wita di tugu selamat datang Bontang. Sehari-hari, Veby bertugas di Dinas Perhubungan Bontang. Dia berkarir di kantor pemerintahan itu sejak 2005 silam sebagai pengawas keselamatan darat.

"Kami di sini ada empat tim setiap harinya dibagi, dengan jadwal masing-masing empat jam dari pagi hingga malam," ujarnya sambil bersemangat.

Namun dengan kewajiban untuk bertanggung jawab atas warga masyarakat dan menjaga kondisi administrasi posko atau perlengkapan posko yang masih kekurang, Veby harus tetap ditempat dari jam 08.00 pagi hingga pukul 00.00.

Dengan cuaca panas di siang hari dan cuaca dingin saat malam tiba, dia dan timnya tak peduli dengan kondisi itu, meski harus melawan panasnya matahari dan dinginnya udara malam.

"Kami berganti-ganti berdiri salama satu jam hingga dua jam, untuk memeriksa orang-orang yang berkendara masuk ke Bontang," kata Veby dengan senyum penuh semangat.

Secara pribadi dia sadar betul dengan tugasnya menjaga warga Bontang. Dengan kondisi saat ini bisa saja virus itu mengenai dirinya, karena aktifitasnya yang bersentuhan langsung setiap hari dengan masyarakat. 

"Saya pribadi ihktiar saja, maski saya sadar dengan bahaya virus itu, karena ini tugas yang harus saya jalani," ungkapnya.

Tapi dengan protokol kesehatan yang diketahuinya, setiap pulang ke rumah ia harus mencuci tangan dan pakaian.

"Sebelum penjagaan, kami telah dipahamkan bahwa saya dan tim sebagai garda terdepan untuk mencegah penyebaran virus corona," ungkapnya.

Meski ada kekhawatiran dari keluarganya, terutama istri yang dicintainya dan anak pertamanya yang saat ini berusia enam bulan, namun karena tugas dia tetap harus menjalankan tugas. (*)

Penulis: Rahmat Sadr 

 






TINGGALKAN KOMENTAR