•   07 April 2026 -

PT. Borneo Grafika Pariwara

Jl. Kapt Pierre Tendean, RT 02 No 9, Kelurahan Bontang Baru
Kecamatan Bontang, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Bankeu dari Provinsi Kaltim 2027 Di-Nolkan; Wawali Agus Haris Minta Gubernur Adil dan Bijak

Kaltim - M Rifki
06 April 2026
 
Bankeu dari Provinsi Kaltim 2027 Di-Nolkan; Wawali Agus Haris Minta Gubernur Adil dan Bijak Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris (Klik Kaltim). 

BONTANG- Kabar Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur tak menganggarkan Bantuan Keuangan (Bankeu) ke daerah ditanggapi Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris. 

Sebelumnya, di dalam pernyataan Sekretaris Daerah Pemprov Kaltim Sri Wahyuni mengatakan, tahun anggaran 2027 tak ada bantuan keuangan yang dialokasikan ke kabupaten dan kota di Kaltim. 

Dari Rp 12 triliun-estimasi APBD 2027- pemerintah tingkat 1 tak bisa mengalokasikan rupiah ke daerah seperti tahun-tahun sebelumnya. 

Wakil Wali Kota Agus Haris meminta Pemerintah Provinsi Kaltim bisa berlaku adil dan bijak agar tetap menjalankan program bantuan keuangan (Bankeu) ke daerah. 

Walaupun di aturan tak ada kewajiban untuk mengalokasikan Bankeu ke daerah, tapi pemerintah tak bisa serta merta menghapus stimulan yang rutin di terima daerah oleh provinsi. 

Terlebih masalah dana tranfer pemerintah pusat sangat mengganggu keberlangsungan daerah mengelola keuangan. Bankeu Kaltim menjadi bagian dalam pembangunan di Bontang khusunya di bidang infrastruktur. 

"Bontang ini daerah yang sangat perlu support Bamkeu Provinsi. Kami minta Pemprov mengkaji ulang lah. Tidak terburu-buru ambil kesimpulan," ucap Agus Haris. 

Lebih lanjut, sampai saat ini belum ada penyampaian resmi dari Pemprov Kaltim soal wacana itu. Politisi Gerindra ini meminta Pemprov agar bisa mengundang seluruh kepala daerah untik membahas hal itu. 

Agar daerah juga mendapat informasi utuh terhadap wacana itu. Apalagi Bontang proyeksi APBD 2027 hanya berada diangka Rp1,7, Triliun. 

"Kalau saat ini kami minta Pemprov Kaltim untuk mengubdang seluruh perwakikan daerah. Dari dialog itu akan ada poin atau masukan di setiap daerah," sambungnya. 

Diketahui, pada 2026 ini program Bankeu Kaltim masuk sebanyak Rp86 miliar. Nilai ini turun drastis dari 2025 yang nilainya mencapai Rp228 miliar. 

Pada 2026 ini Pemkot Bontang juga sudah merasakan dampak inbas APBD yang nilainya hanya Rp2 Triliun. Berkurang banyak pada 2025 lalu.






TINGGALKAN KOMENTAR