Anggaran Seret, Pemkot Bontang Tetap Siapkan Rp10 Miliar untuk Beasiswa 2026
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni foto bersama siswa SD.
BONTANG – Pemerintah Kota Bontang tetap mengalokasikan anggaran beasiswa sebesar Rp10 miliar pada 2026, meski di tengah tekanan kondisi keuangan daerah.
Wali Kota Bontang, Neni Moernaeni, mengatakan program beasiswa tetap menjadi prioritas sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kota Taman.
“Alhamdulillah, meski di tengah tekanan keuangan daerah, Pemkot Bontang tetap mengalokasikan beasiswa,” ujar Neni, Sabtu (2/5/2026).
Saat ini, Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) tengah menyusun persiapan terkait skema alokasi, kriteria, dan kualifikasi penerima beasiswa tahun ini.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, beasiswa stimulan diprioritaskan bagi pelajar maupun mahasiswa dengan capaian akademik yang baik.
Neni menegaskan, distribusi beasiswa tahun ini akan dilakukan lebih selektif agar tidak berbenturan dengan program pendidikan Gratispoll dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Menurutnya, penerima bantuan pendidikan tidak diperbolehkan menerima beasiswa ganda dari dua program berbeda.
“Penerimaan beasiswa tidak bisa double, jadi proses seleksi akan lebih selektif,” jelasnya.
Pemkot mencatat Angka Partisipasi Kasar (APK) warga Bontang yang melanjutkan ke perguruan tinggi kini telah mencapai sekitar 30 persen.
Capaian tersebut disebut meningkat, salah satunya berkat dukungan program pendidikan Gratispoll yang memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat.
Pada program beasiswa Uang Kuliah Tunggal (UKT) tahun 2025, kuota yang disediakan mencapai 2.083 orang. Namun, setelah melalui proses seleksi, hanya 1.269 peserta yang dinyatakan lolos sebagai penerima.
Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Wali Kota Bontang Nomor 100.3.3.3/586/Kesra/2025 tentang Penerima Program Uang Kuliah Tunggal Tahun 2025. (*rif)
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: