Warga Mengaduh Repot Mengurus SIM, Antre Lama Hingga Bayar Tes Psikologi

Bontang - Rahmat Shadr
04 Juni 2020
Warga Mengaduh Repot Mengurus SIM, Antre Lama Hingga Bayar Tes Psikologi Warga yang hendak mengurus SIM wajib mengikuti psikotest. Antrian pemohon di lokasi psikotes harus membuat mereka bersabar

KLIKKALTIM.COM -- Layanan pengurusan SIM di Polantas Bontang dikeluhkan pemohon.

Warga yang hendak mengurus harus ekstra sabar antre. Sebab, rantai birokrasi yang bertambah serta pembatasan pemohon

Letih dan mengaduh dirasakan Fani (22) saat mengurus perpanjangan Surat Izin Mengemudi (SIM).

Ia mengatakan sebelumnya tidak menggunakan syarat pengecekan psikologi.

Hanya cek kesehatan fisik, bayar SIM kemudian foto. "Sekarang kita harus cek psikologi dan lama ngantrinya di sana," ujarnya, Kamis (4/6/2020), ditambah lagi cek psikologi tidak satu tempat dengan pengurusan SIM.

Dirinya menuturkan sudah dua hari ia mengurus karena antrian di tempat cek psikologi terbatas.

"Di tempat cek psikologi kemarin saya datang jam 10 pagi, mereka bilang di batasi hanya 90 orang, jadi ditutup karena nomor antrian sudah tidak ada, disarankan kembali jam 1 siang," kata Fani.

"Sekembalinya jam satu siang dirinya harus mengantri hingga dua jam setengah. Saya di cek psikologi setengah tiga sore, dan pagi tadi baru saya cek kesehatan fisik, saat ini saya tinggal menunggu proses cetak SIM," ungkap Fani.

Pengurusan SIM ini mengharuskan karyawan swasta ini menanggalkan pekerjaan. Kendati mendapat izin perusahaan, namun tetap mendapat konsekuensi.

"Tempat kerja mengizinkan, tapi pasti kena potongan, dari pada SIM nya mati kena denda yah harus saya urus," katanya.

Serupa dengan Fani, warga lainnya Sinaga juga merasakan hal yang sama dengan tambahan syarat tes psikologi, dengan antrian yang meletihkan.

Ditambah lagi katanya, dengan biaya tambahan cek psikologi Rp 100 ribu.

"Pasti mahal bagi kami yang hanya ibu rumah tangga dengan tambahan biaya Rp 100 ribu, yang sebelumnya tidak mengeluarkan dana tambahan," kata Sinaga.

Ia pun mengantri sejak pukul 07.30 pagi hingga pukul 09.30 baru selesai tes kesehatan psikologi, mendapatkan nomor antrian 40.

Sinaga mengurus perpanjangan SIM A dengan harga Rp 80 ribu. Ia harus membayar cek kesehatan fisik Rp 30 ribu, psikologi Rp 100 ribu.

Jadi ia harus mengeluarkan biaya Rp 210 ribu.

"Saya bisa pahami soal antrian, karena kondisi saat ini masih Covid-19, namun yang berat tambahan biaya Rp 100 ribu," ucap ibu rumah tangga itu.

Selain itu, Luther warga Lok Tuan juga mengalami hal yang sama, dirinya datang ke Polres pagi pukul 08.00 Wita.

Namun sampainya di sana ia diberi arahan oleh petugas harus ke tempat psikologi terlebih dahulu.

"Saya tidak tahu sistem awalnya, jadi saya langsung saja ke polres, dan diarahkan ke tempat tes psikologi. Sampainya ke tempat tes psikologi, ia mendapatkan nomor antrian 89, hingga pukul 10.00 pagi dirinya masih menunggu antrian,"

Kendati harus menunggu hingga 2 jam ia harus sabar lantaran patuh terhadap aturan.

TINGGALKAN KOMENTAR