•   27 April 2026 -

PT. Borneo Grafika Pariwara

Jl. Kapt Pierre Tendean, RT 02 No 9, Kelurahan Bontang Baru
Kecamatan Bontang, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Wali Kota Bontang Neni Minta Pejabat Mundur Jika Tak Mampu Urusi Sampah; Ketua RT Juga Imbau Aktif

Bontang - M Rifki
27 April 2026
 
Wali Kota Bontang Neni Minta Pejabat Mundur Jika Tak Mampu Urusi Sampah; Ketua RT Juga Imbau Aktif Wali Kota Bontang saat meninjau saluran drainase yang dipenuhi sampah di Bontang Selatan beberapa waktu lalu (Dok)

BONTANG- Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menantang setiap pejabat mulai dari Lurah hingga Kepala Dinas untuk mundur apabila tak mampu mengurus masalah sampah.

Pernyataan ini disampaikan Neni seusai menghadiri HUT Otonomi Daerah, di Halaman Kantor DPM-PTSP, Senin (27/4/2026). 

Wali Kota Neni menjelaskan, setiap pejabat wajib mendukung program wilayahnya bebas dari sampah. Pun, mereka juga harus terlibat aktif dalam mensosialisasikan kebersihan di lingkungan mereka. 

Menurutnya, setiap pejabat tak perlu menunggu instruksi dari dirinya maupun Wawali Agus Haris dalam pengelolaan sampah di pesisir. Seharusnya, apabila seluruh dinas kolaborasi masalah sampah di pesisir bisa terurai. 

Tak hanya pejabat, lanjut Neni, Ketua RT juga wajib bertanggung jawab atas kebersihan wilayah mereka. Insentif yang meningkat saat ini Rp 2 juta harusnya jadi pemicu agar mereka bisa bekerja lebih giat dan aktif. 

"Kalau tidak mampu mundur saja. Sampah ini jadi tanggung jawab bersama. Preventifnya lurah dan Kadis harus selalu sosialisasi. Jangan baru gerak kalau saya turun ke lokasi," ucap Wali Kota Neni. 

Lebih lanjut, setelah pegawai aktif, warga juga diminta ikut membantu dengan menjaga lingkungan mereka bersih serta tak menjadikan laut sebagai tempat sampah umum. 

Nantinya, kelurahan diminta untuk menyiapkan skema pengangkutan ideal. Tidak membiarkan sampah menumpuk lama di rumah tangga, misalnya dengan melibatkan Bank Sampah. 

Rencananya, Kelompok Swadaya Masyarakat diberdayakan untuk pengangkutan. Kerja sama ini dijalankan agar memastikan sampah bisa diangkut sampai ke pembuangan akhir. 

Untuk program Pemasangan jaring pun itu hanya penanganan sementara. Bukan program yang mampu mencegah sampah di laut masuk ke pemukiman. 

Misalnya jaring depan Pasar Tamrin baru sajandi pasang tetapi sudah mulai rusak. Karena tidak bisa menampung banyaknya sampah yang tersangkut. 

"Kalau sekarang kami pasang jaring. Itu cuman ditanganin sementara waktu. Mengubah prilaku yang sulit. Tapi ini sudah mulai dikerjakan," pungkasnya.






TINGGALKAN KOMENTAR