•   04 April 2026 -

PT. Borneo Grafika Pariwara

Jl. Kapt Pierre Tendean, RT 02 No 9, Kelurahan Bontang Baru
Kecamatan Bontang, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Tumpukan Sampah Kotori Gerbang Wisata Bontang Kuala, Ini Rencana DLH

Bontang - M Rifki
04 April 2026
 
Tumpukan Sampah Kotori Gerbang Wisata Bontang Kuala, Ini Rencana DLH Sampah berserakan di pesisir Bontang Kuala, Rabu (1/4/2026).

BONTANG - Tumpukan sampah yang mengotori gerbang masuk Kampung Wisata Bontang Kuala akhirnya mendapat perhatian pemerintah. DLH Bontang mulai menyiapkan langkah penanganan.

Kepala DLH Bontang Heru Triatmojo mengatakan ada empat Langkah konkret yang akan dijalankan. Dimulai dari koordinasi dengan Kelurahan Bontang Kuala.  Selanjutnya, Pemkot akan menggencarkan sosialisasi ke masyarakat atau pengunjung untuk menjaga kebersihan laut dan sungai. Salah satunya dengan tidak membuang sampah ke laut dan sungai.

Langkah strategis lainnya adalah mengagendakan kerja bakti pembersihan sampah di Bontang Kuala. Kemudian akan dilaksanakan proyek pemasangan jaring perangkap sampah. Pemasangan jaring dinilai efektif untuk mengurangi populasi sampah.  

"Kami akan gerak cepat. Terlebih itu wilayah wisata. Akan kolaborasi," ucap Heru, Jumat (3/4/2026).  

Heru juga menyampaikan tidak akan menyiagakan petugas pembersihan. Sebab sampah di area tersebut dibawa oleh air pasang.  

"Segera akan dibersihkan. Edukasi juga akan dikuatkan," sambungnya. 

Sebelumnya diberitakan, Penanganan sampah di kawasan pesisir Bontang masih belum maksimal. Hal ini terlihat dari temuan awak media pada Rabu (1/4) sore, sampah plastik tampak berserakan di pesisir Bontang Kuala. Sampah yang mengapung tersebut tidak pernah diangkut. Saat air surut, sampah justru menumpuk dan dibiarkan begitu saja.

Salah seorang pengunjung, Anita, menilai tumpukan sampah tersebut mengganggu pemandangan menuju kawasan wisata. Mayoritas sampah yang terlihat merupakan sampah plastik. Di sepanjang trotoar Bontang Kuala juga tampak aktivitas pedagang, namun pengawasan tidak terlihat. Bahkan, fasilitas tempat sampah tidak tersedia di sepanjang jalan tersebut.

“Seharusnya bisa dibersihkan. Kalau bersih, tentu lebih enak dipandang,” ujarnya. (*)






TINGGALKAN KOMENTAR